Rabu, 30 Juli 2014

Warga berusaha masuki landasan pacu bandara El Tari

Jumat, 17 Februari 2012 15:51 WIB | 2.393 Views
Warga berusaha masuki landasan pacu bandara El Tari
Bandara Eltari (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA News) - Sekitar 200 warga yang mengaku sebagai pemilik tanah di sekitar Penfui, Jumat pagi sekitar pukul 09.25 WITA, berupaya menerobos masuk dan menduduki landasan pacu bandara El Tari Kupang.

Namun usaha mereka gagal karena di sekitar 200 meter dari ujung landasan pacu anggota Pasukan Khas TNU AU menghadang mereka.

Komandan Pangkalan Udara El Tari Kupang Letkol Nav Joko Winarto yang dikonfirmasi di Kupang Jumat mengatakan, tidak ada pendudukan di landasan pacu bandara El Tari Kupang tetapi hanya ada upaya dari kelompok masyarakat untuk menerobos masuk ke landasan pacu bandana itu.

"Tidak ada pendudukan. Kalau pendudukan, maka aktivitas penerbangan pasti terhenti. Memang ada sekitar 200 warga yang berupaya memasuki landasan pacu, tetapi dicegah oleh Pasukan Khas TNI AU, saat mendekat ke landasan pacu," katanya.

Saat mendekat ke landasan pacu, kata Joko Winarto, mereka terbagi dalam tiga kelompok di antaranya, satu kelompok beranggotakan sekitar 75 orang berada di Selatan run way dan sekitar 100 orang berada di ujung run way 25.

"Kita hanya mencegah supaya tidak menggangu lalu lintas penerbangan dari dan ke bandara El Tari Kupang," katanya.

Airport Duty Manager Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Gabriel Keraf mengatakan, keberadaan warga di sekitar landasan pacu bandara itu tidak menggangu aktivitas penerbangan dari dan ke bandara itu.

"Memang pada sekitar pukul 10.00 WITA beberapa pesawat sempat holding, tetapi tidak ada pembatalan atau penundaan penerbangan," katanya.

Menurut Joko Winarto, TNI AU sesungguhnya bisa mengambil tindakan tegas, bahkan bisa mengusir mereka dari sekitar landasan pacu karena memasuki objek vital negara, tetapi dalam penanganan TNI AU tetap mengendepankan pendekatan persuasif.

Dalam UU Nomor: 9/1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum, katanya menjelaskan, sudah ditegaskan bahwa, menyampaikan pendapat tidak bisa dilakukan pada objek vital seperti instalasi militer, pelabuhan udara dan pelabuhan laut, rumah sakit dan rumah ibadah.

Mengenai tuntutan warga, sama seperti sebelumnya yakni mereka meminta perhatian pemerintah atas ganti rugi tanah yang digunakan sebagai bandara El Tari saat ini.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berada di sekitar landasan pacu bandara El Tari Kupang, sementara para petugas Pasukan Khas TNI AU tetap melakukan pengawalan di lapangan.

(B017/I006)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga