Dubai (ANTARA News) - Victoria Azarenka mengakui partisipasi dia pada dua turnamen Timur Tengah merupakan sesuatu yang emosional, ketika petenis Belarusia tersebut kembali ke Dubai, di mana ia hampir berhenti bermain tenis setahun silam.

Kali ini Azarenka (22) berpikir dirinya akan berhenti dari tur WTA setelah dua kekalahan pada babak awal di Doha dan Dubai.

Namun setelah melakukan salah satu kebangkitan paling mengagumkan di tenis modern, ia kembali ke wilayah tersebut sebagai petenis peringkat satu yang baru.

Azarenka merupakan petenis unggulan pertama pada Qatar Classic pekan ini, pada tahun lalu ia kalah di babak pertama dari Daniela Hantuchova. Kemudian pada Dubai Terbuka pekan depan, dia kalah di babak kedua dari Flavia Pennetta, yang akan dimulai Senin.

Dua kekalahan tersebut membuat Azarenka sempat terpuruk dalam keputus asaan, namun dukungan dan nasehat dari ibu dan neneknya, membuatnya yakin untuk mengurungkan niat pensiun.

"Ibuku berkata padaku untuk pulang dan beristirahat, dan tidak menjadi gila karena hal itu," akunya. "Dan nenekku menegaskan ada hal-hal yang lebih berat dalam hidup dibandingkan pertandingan-pertandingan tenis."

Sekarang Azarenka yang lebih percaya diri akan mengikuti perjalanan bagusnya di Doha dengan tujuan memenangi gelar di Dubai, turnamen berhadian dua juta dolar yang sering dipilih sebagai salah satu turnamen favorit para petenis.

"Tahun lalu, saya sedikit kacau. Saya tidak dapat mengendalikan emosiku. Saya harus mengubah mentalitasku," kata juara Australia Terbuka ini.

"Maka sekarang saya tidak berusaha untuk, anda tahu, berpikir 'mengapa ini terjadi padaku?' Sebaliknya saya hanya mencoba untuk menerima dan menghadapinya."

Azarenka mungkin telah memperbarui rivalitasnya dengan Petra Kvitova, juara Wimbledon yang telah mengalahkannya empat kali berturut-turut, yang terakhir pada final Kejuaraan WTA di Istanbul pada November.

Pertemuan ulang antara kedua petenis yang memiliki gaya bermain sangat kontras ini merupakan prospek menarik, namun hal itu bergantung pada apakah petenis kidal tersebut telah sembuh dari cedera 'misterius', yang membuatnya harus mengundurkan diri dari Doha pada pekan ini.

Hal yang pasti adalah Azarenka, yang sekarang memiliki pukulan lebih keras dibanding sebelumnya, sudah lebih hebat dari pada lawannya - baik secara fisik, taktik, serta psikologis.

"Ini adalah perasaan bagus untuk dimiliki, namun juga membutuhkan banyak tanggung jawab dan tekanan yang datang bersamanya," ucap Azarenka mengenai peringkat satu dunianya.

"Saya benar-benar bekerja keras untuk mencapai hal ini dan saya menikmati posisi ini, namun saya harus ingat untuk tetap bekerja keras, sebab banyak gadis di belakangku yang ingin mengejar saya dan mengambil tempatku."

Salah satu di antara pesaing tersebut adalah Caroline Wozniacki, yang peringkat satu dunianya direbut Azarenka pada bulan lalu.

Petenis Denmark itu mengikuti penampilan mengecewakannya di Australia Terbuka dengan kekalahan pada babak pertama di Doha, yang dapat membuatnya lebih berbahaya pada pekan depan mengingat dirinya kini tengah "terluka".

Bagaimanapun, Wozniacki mungkin masih dapat tersenyum karena ia memiliki kenangan indah, sebab ia merupakan juara bertahan di Dubai. Ia juga tampil untuk menerima dukungan dari Azarenka, teman sekaligus tetangganya di Monte Carlo.

"Apapun yang dikatakan orang-orang, saya menghargai bahwa diriku merupakan yang nomor satu, namun saya pikir mereka seharusnya tidak terlalu keras pada gadis-gadis lain," kata Azarenka.

Petenis lain yang mengincar Azarenka adalah Samantha Stosur, yang telah mendapatkan kembali bentuk permainan dan kebugarannya di Doha pada pekan ini -- yang merupakan hal langka sejak petenis Australia ini memenangi gelar AS Terbuka di new York pada September.

Masih ada beberapa penantang potensial lain, dan dengan 16 dari 20 petenis peringkat teratas berada di daftar peserta, Dubai merupakan kompetisi terberat di luar turnamen Grand Slam.

Kompetisi ini juga diikuti dua mantan juara Prancis Terbuka, Francesca Schiavone dari Italia dan Svetlana Kuznetsova dari Rusia, Jelena Jalkovic dan Ana Ivanovic, keduanya dari Serbia, serta dua mantan runner up Grand Slam, Vera Zvonareva dari Rusia dan Mariuon Bartoli dari Prancis.

Juara Prancis Terbuka asal Cina, Li Na, telah mengundurkan diri dari turnamen ini karena mengalami cedera punggung. Ia pun terpaksa batal mengikuti WTA Paris Indoor Terbuka sepekan lagi. Li merupakan unggulan kedelapan di Dubai.


Kemungkinan unggulan:

1. Victoria Azarenka (Belarusia); 2. Petra Kvitova (Republik Ceko); 3. Caroline Wozniacki (Denmark); 4. Samantha Stosur (Australia); 5. Agnieszka Radwanska (Polandia); 6. Marion Bartoli (Prancis); 7. Vera Zvonareva (Rusia)

(H-RF) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar