Separatis Yaman desak pendukung kacaukan pemilu
Minggu, 19 Februari 2012 01:58 WIB | 2373 Views
Aden (ANTARA News) - Satu faksi gerakan separatis Yaman Selatan Sabtu menyerukan hari "pembangkangan sipil" untuk mengganggu pemilihan presiden pekan depan.
Dewan Tertinggi Gerakan Perdamaian untuk Pembebasan Yaman Selatan, dalam satu pernyataan mengimbau semua pendukungnya untuk "mengambil setiap kemungkinan aksi damai" terhadap pemilihan Selasa untuk mencegah ke tempat-tempat pemungutan suara, lapor AFP.
Kelompok ini adalah salah satu dari beberapa fraksi yang membentuk koalisi separatis lebih luas yang dikenal sebagai Gerakan Selatan yang mencari otonomi, dan dalam beberapa kasus, kemerdekaan, dari pemerintah pusat di Sanaa.
Gerakan Selatan menentang pemilu dan telah berulang kali meminta para pendukungnya untuk memboikot pemilihan.
Dewan Tertinggi memperingatkan bahwa hari pemilihan bisa berubah menjadi liar dan bahwa pendukungnya akan mencoba mencegah pemilih memberikan suara mereka di TPS-TPS bekas Yaman Selatan.
"Gerakan Selatan akan mencegah pemilihan dengan menggunakan cara-cara damai, tetapi kami berharap beberapa tindakan kekerasan dapat terjadi, terutama di kota-kota besar," kata Wakil Presiden Dewan Tertinggi, Saleh Yahia Said, kepada AFP.
Para saksi mata mengatakan, poster-poster telah terpampang di seluruh jalan-jalan dan pada bangunan-bangunan di kota pelabuhan Aden, Yaman selatan, menyerukan boikot.
"Tidak untuk pemilu, ya untuk berhenti" kata salah satu poster.
"Memastikan kegagalan pemilu adalah tugas nasional dan keagamaan," tulis yang lain.
Pada Jumat, kelompok militan selatan penentang pemilihan saling baku tembak dengan polisi di luar satu TPS, menyebabkan tiga warga sipil terluka, kata warga.
Berdasarkan perjanjian yang disponsori Negara-negara Teluk yang ditandatangani pada November Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi akan tampil sebagai calon tunggal untuk menggantikan Presiden Ali Abdullah Saleh yang diperangi.
Saleh setuju untuk kesepakatan peralihan kekuasaan setelah berbulan-bulan protes massa menuntut kejatuhannya.
Kekerasan dan kebuntuan politik yang melanda Yaman sejak Januari lalu telah menewaskan ratusan orang dan ribuan lainnya terluka.
Hal ini juga melumpuhkan ekonomi Yaman yang sudah lemah dan mendorong jutaan warga negara itu ke dalam kemiskinan lebih lanjut.
Pemberontak Syiah di Yaman utara juga menyerukan pengikutnya untuk memboikot pemilu. (AK)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com