Jembatan putus diduga melebihi kapasitas dan lapuk
Minggu, 19 Februari 2012 14:21 WIB | 1659 Views
Tiga orang warga melihat sisa jembatan runtuh di aliran sungai cihideung, Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jabar, Minggu (19/2). Sebanyak 23 orang warga hanyut akibat jembatan bambu yang runtuh saat dilewati secara bersamaan sehingga menyebabkan satu warga tewas dan 7 orang anak usia dibawah 10 tahun hilang. (FOTO ANTARA/Jafkhairi)
Berita Terkait
Bogor (ANTARA News) - Jembatan gantung Sungai Ciheudeng yang terletak di Kampung Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat putus diduga karena lapuk dan kelebihan kapasitas.
Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo mengatakan, peristiwa putusnya jembatan yang menghubungkan Kampung Cibanteng dengan Cinangneng terjadi Minggu sekitar pukul 11.00 WIB.
"Menurut informasi dari warga, tadi ada 17 orang yang ingin berangkat ke acara Maulid Nabi. Mereka menyeberang bersama-sama. Tiba-tiba jembatan putus, saat mereka menyeberang. Karena jembatan sudah tua, jadi melebihi kapasitas," kata Budi.
Kondisi jembatan gantung tersebut memang sudah cukup tua, jembatan kampung tersebut terbuat dari potongan-potongan bambu dan potongan papan seadanya yang diikatkan dan melintang menghubungi dua kampung.
Budi mengatakan dari 17 orang tersebut ada yang jatuh ke sungai dan ada yang sempat menyelamatkan diri. Beberapa yang jatuh ke sungai juga ada yang selamat, hanya sembilan orang dikabarkan terbawa arus.
Kondisi air Sungai Cihieudeng cukup deras dan keruh akibat hujan yang mengguyur wilayah Bogor sejak pukul 02.00 WIB.
Budi mengatakan, anggota Tim SAR dari Delta Brimob II, Atang Sadjaya, TRC, Tagana dan kepolisian setempat telah meluncur ke lokasi dan melakukan upaya pencarian.
Sementara itu untuk data nama-nama korban, Budi mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan nama dan alamat korban sambil melakukan pencarian.
(KR-LR/A011)
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com