Bencana Jembatan Runtuh Seorang warga memberi petunjuk pada petugas penyelamat didekat jembatan runtuh di aliran sungai cihideung, Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jabar, Minggu (19/2). Sebanyak 23 orang warga hanyut akibat jembatan bambu yang runtuh saat dilewati secara bersamaan sehingga menyebabkan satu warga tewas dan 7 orang anak usia dibawah 10 tahun hilang. (FOTO ANTARA/Jafkhairi)

Berita Terkait
Bogor (ANTARA News) - Pencarian korban hanyut di Kampung Pabuaran Kaum, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Jabar dihentikan sementara karena lokasi yang tidak memungkinkan.

"Pencarian akan dilanjutkan besok pagi. Malam ini kita hanya melakukan pengamatan dan penjagaan di setiap posko penyelamatan," kata Kepala Bidang Keselamatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ma`mur HS di lokasi kejadian, Minggu.

Ma`mur mengatakan penghentian dilakukan karena arus Sungai Cihideung cukup deras akibat hujan yang menguyur wilayah Bogor sejak Minggu pagi.

Selain deras, air sungai juga keruh dengan warna kecoklatan sehingga sulit dilakukan penyelaman.

Kurang penerangan juga menganggu jarak pandang bagi tim SAR untuk penyelamatan.

"Medannya cukup sulit, selain ketinggian air sedang tinggi, arus juga cukup deras. Kontur sungai banyak batu dan palung sehingga menyulitkan pencarian," katanya.

Menurut Ma`mur, penghentian pencarian dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban dari petugas karena medan yang tidak memungkinkan dilakukannya penyelamatan.

Ma`mur mengatakan tim SAR gabungan berjumlah 100 orang terdiri dari Basarnas, SAR, Tagana, Kujang Alam, Merah Putih, Polmas Raya, Lawalata IPB, Pramuka, Boegie, JKU Polmas, TRC, Rapi tim SAR Brimob Delta II, SAR ATS dan kepolisian.

Peristiwa jembatan putus terjadi sekitar pukul 10.00 WIB sebanyak 16 orang terjatuh, delapan orang selamat dan delapan lainnya hanyut. Satu orang korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara tujuh korban lainnya masih dalam pencarian. Para korban didominasi anak-anak dan ibu.

Korban terjatuh saat pulang dari acara Maulidan di kampung sebrang. Jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut mendadak putus saat warga melintasinya.

(T.KR-LR/a011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar