Suleija, Nigeria (ANTARA News) - Sejumlah orang cedera dalam ledakan di dekat sebuah gereja di luar ibu kota Nigeria, Minggu.

"Ada ledakan pagi ini di Suleija namun kecil. Ledakan itu berasal dari sebuah mobil terparkir yang tidak memiliki plat nomor," kata juru bicara kepolisian daerah Richard Oguche, lapor AFP.

Petugas penyelamat mengatakan, lima orang cedera dalam ledakan itu, yang terjadi di dekat gereja Christ Embassy di kota Suleija, namun tidak ada korban tewas yang dilaporkan.

Pastor gereja Uyi Idugboe memperkirakan, penyerang berencana meledakkan bom ketika orang meninggalkan gereja setelah misa Minggu, dalam upaya mengulangi serangan Natal 2011 yang menewaskan sedikitnya 44 orang dan dituduhkan pada kelompok muslim garis keras Boko Haram.

Idugboe mengatakan kepada wartawan, ada sedikit korban dalam ledakan Minggu setelah aparat keamanan menemukan sesuatu yang mirip bom selama pemeriksaan terhadap mobil di luar gereja dan meminta orang-orang di dalam gereja untuk berlindung.

Polisi belum memiliki tersangka dalam ledakan itu, kata Oguche.

Pemboman Natal 2011 yang merenggut banyak korban meningkatkan kekerasan sektarian di Nigeria, termasuk pemboman paling mematikan di Kano, Nigeria utara, bulan lalu.

Kano, kota berpenduduk sekitar 10 juta orang yang terletak di sebelah selatan Kaduna, dilanda kekerasan militan selama beberapa pekan terakhir ini.

Rangkaian pemboman dan penembakan melanda Kano setelah sholat Jumat (20/1), menewaskan 185 orang, dalam serangan-serangan yang diklaim oleh Boko Haram yang ditujukan pada markas polisi dan kantor-kantor polisi lain, sebuah bangunan kepolisian dan kantor imigrasi.

Penembakan juga terjadi di sejumlah daerah kota itu, yang sejauh ini luput dari kekerasan terburuk selama beberapa bulan ini yang dituduhkan pada kelompok muslim garis keras tersebut.

Satu sumber kepolisian Nigeria mengatakan kepada AFP, Kamis (26/1), sekitar 200 orang ditangkap setelah serangan itu.

Sehari sebelumnya, Rabu (25/1), Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, yang dituduh gagal mengendalikan kekerasan kelompok militan, mencopot kepala kepolisian dengan mengatakan, tokoh baru diperlukan untuk memimpin lembaga itu.

Jonathan mengangkat Mohammed D. Abubakar untuk menggantikan Hafiz Ringim, "sebagai langkah pertama ke arah reorganisasi luas dan reposisi pasukan kepolisian Nigeria untuk membuatnya lebih efektif dan mampu memenuhi tantangan keamanan internal yang muncul", kata kantor presiden dalam sebuah pernyataan.

Ringim dicopot bersama enam asistennya ketika negara itu diguncang gelombang serangan bom dan penembakan oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram di kota terbesar kedua Kano yang menewaskan sedikitnya 185 orang.

Serangan-serangan itu merupakan operasi paling mematikan oleh kelompok tersebut dan ditujukan terutama pada kantor polisi.

Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram.

Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang.

Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram.

Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut.

Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar