ilustrasi (FOTO ANTARA/Arief Priyono)

"Orang tua jangan hanya mengedepankan gengsi tetapi juga harus memilih pendidikan yang dapat mengantar siswa beradaptasi dengan lingkungan dan bekerja sama dengan banyak orang.
Berita Terkait
Yogyakarta (ANTARA News) - Sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menyelenggarakan pendidikan tidak boleh bersifat eksklusif dan diskriminatif, kata staf ahli bidang pendidikan gubernur provinsi ini, Budi Santoso Wignyosukarto.

"Penyelenggaraan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), baik tingkat dasar maupun nonformal harus menerapkan basis kebudayaan, dan dapat dijangkau semua kalangan. Jadi, tidak diperkenankan ada sekolah eksklusif dan diskriminatif," kata Budi, di Yogyakarta, Senin.

Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah mada (UGM) itu, di DIY telah ada Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Berbasis Budaya yang menyatakan bahwa sekolah di wilayah tersebut tidak boleh diskriminatif. Sekolah yang eksklusif itu tentu saja diskriminatif.

"Sekolah eksklusif tidak diperkenankan karena sebagian besar hanya dapat dijangkau kalangan tertentu saja. Pendidikan semacam itu dianggap berbahaya karena tidak membiasakan siswa yang nanti harus bisa menghadapi lingkungan dengan tantangan yang beragam," katanya.

Ia mengatakan setelah lulus sekolah, siswa akan bertemu dengan kehidupan yang beragam. Sekolah seharusnya bisa berperan untuk menjembatani siswa ke jenjang berikutnya hingga akhirnya terjun ke masyarakat.

"Ketika pendidikan eksklusif telah diterapkan sejak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), misalnya, kemudian berlanjut ke sekolah dasar (SD) yang eksklusif pula, maka justru akan merugikan siswa itu sendiri," kata mantan Koordinator Kopertis Wilayah V DIY ini.

Menurut dia, setelah siswa lulus dari sekolah tersebut, maka dia akan seperti anak hilang, karena dia akan berhadapan dengan kehidupan yang beragam dan harus belajar menghargai orang lain.

"Gejala kemunculan sekolah eksklusif khususnya di wilayah DIY telah tampak, bahkan di tingkat PAUD. Kami bersama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY akan melihat dan mengamati beberapa sekolah termasuk PAUD yang eksklusif itu," katanya.

Ia mengatakan sekolah eksklusif itu patut diwaspadai dan menjadikan orang tua berhati-hati. Pihaknya mengimbau orang tua siswa agar bijaksana memilih sekolah bagi putra-putrinya.

"Orang tua jangan hanya mengedepankan gengsi tetapi juga harus memilih pendidikan yang dapat mengantar siswa beradaptasi dengan lingkungan dan bekerja sama dengan banyak orang," kata Budi.

(B015/M008)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar