Sejumlah demostran dari Aliansi Masyarakat Adat Senama Nenek (Amdas) Kampar, Riau, melemparkan tanah saat menggelar aksi di depan kantor BUMN, Jakarta, Senin (20/2). (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Senama Nenek (AMDAS) melempari halaman depan Kementerian BUMN dengan tanah liat dan merusak sejumlah properti dalam unjuk rasa, Senin.

Sejumlah lampu taman dan "Neonbox" pecah karena dipukuli dan dilempari dengan tongkat dan bambu.

Papan nama Dharma Wanita Persatuan tampak kotor karena lemparan tanah liat.

Pengunjuk rasa juga sempat akan merusak pos satpam di gerbang masuk Gedung Kementerian BUMN.

Dengan membawa atribut seperti bendera merah putih dan spanduk, para pengunjuk rasa memaksa masuk ke halaman Gedung Kementrian BUMN.

Puluhan petugas kepolisian turut mengawal jalannya unjuk rasa tersebut.

Pengunjuk rasa menuntut penyelesaian persoalan dugaan perampasan tanah ulayat seluas 2.800 hektar di Kabupaten Kampar, Riau oleh PT. Perkebunan Nusantara V yang terjadi sekitar 19 tahun lalu.
(A059)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar