Terdakwa kasus terorisme Umar Patek usai mengikuti sidang dengan agenda pembacaan eksepsi di PN Jakarta Barat, Senin (20/2). Umar Patek yang menjadi otak serangkaian aksi teror bom di Indonesia, didakwa JPU dengan sejumlah pasal pidana dengan ancaman hukuman mati. (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)

Umar Patek ke Pakistan hanya untuk hijrah, tidak untuk bertemu dengan Osama bin Laden,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Umar Patek alias Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab, membantah bahwa keberadaannya di Pakistan pada 2011 adalah untuk menemui pemimpin Al-Qaidah, Osama bin Laden.

Bantahan itu disampaikan melalui ketua tim kuasa hukumnya, Asludin Hatjani, usai menjalani sidang kedua dengan agenda eksepsi dari terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada Senin.

"Umar Patek ke Pakistan hanya untuk hijrah, tidak untuk bertemu dengan Osama bin Laden," ujar Asludin.

Asludin mengatakan bahwa selama mendampingi terdakwa Umar Patek, pihaknya tidak pernah mendengar pengakuan kliennya tentang rencana untuk bertemu dengan Osama bin Laden di Pakistan.

Salah satu gembong teroris yang menjadi buronan internasional ini, ditangkap di Abbotabad, Pakistan, pada awal 2011, oleh pihak keamanan negara tersebut. Umar Patek ditangkap beberapa bulan sebelum tentara A.S. membunuh Osama bin Laden di  Pakistan.

Patek yang menjadi tersangka kasus bom Bali 2002, sempat mengatakan kepada kepolisian Indonesia pada September bahwa saat tertangkap oleh polisi Pakistan, dirinya sedang berusaha kembali ke Afghanistan.
(M048)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar