Jakarta (ANTARA News) - Tak berfungsinya protein yang bertugas  sebagai sensor lemak makanan dapat mengakibatkan penyakit kegemukan (obesitas) dan hati, demikian hasil temuan para peneliti dari Imperial College London.

Protein GPR120 ada pada permukaan sel di jaringan usus, hati, dan lemak. Protein itu memungkinkan sel-sel untuk mendeteksi dan merespon asam lemak tak-jenuh dari makanan, terutama asam lemak omega-3 yang dipercaya baik bagi tubuh.

Para peneliti dari School of Public Health Imperial College menemukan bahwa tikus yang kekurangan GPR120 lebih rentan terkena penyakit kegemukan dan hati ketika mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi.

"Kelebihan berat badan tidak berarti tak sehat jika Anda dapat membuat sel lemak untuk menyimpan lemak," kata Philippe Froguel, pemimpin peneliti.

Froguel mengatakan beberapa orang tidak dapat menyimpan lemak dan justru menyimpan lemak di sekitar organ dalam tubuh.

"GPR120 dapat menjadi arahan pembuatan obat baru untuk mengobati penyakit kegemukan dan hati," kata Froguel.
(I026)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar