Dua orang TKI yang bebas dari hukuman pancung, Neneng Sunengsih binti Mamih Ujan dan Mesi binti Dama Idon telah tiba di Tanah Air. TKI sering menjadi korban kekerasan dan tindak kriminal atau kekejaman majikan di negeri di mana mereka mengadu nasib. Tekad memperbaiki hidup kerap berubah menjadi tekad membebaskan diri dari tuntutan hukuman mati atau penjara karena ketidaktahuan mereka. (istimewa)

... selain dididik keterampilan kerja, mereka juga perlu dididik teknik bela diri...
Berita Terkait
Pamekasan, Jawa Timur (ANTARA News) - Wahai para TKI pahlawan devisa, bela dirimu jika mengadu nasib di negeri jiran. Tiru teman-temanmu dari Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, yang akan dibekali pemerintahnya bela diri silat selain keterampilan kerja.

Kira-kira begitu mungkin bunyi maklumat bagi para TKI jika memungkinkan. Menurut Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, Senin, pengetahuan teknik bela diri bagi calon TKI penting.

"Karena berdasarkan kasus yang telah terjadi selama ini, tidak sedikit TKI yang bekerja di luar negeri sering menjadi korban tindak pidana kriminal. Kami akan bekerja sama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia yang ada di Pamekasan," kata Kholilurrahman.

Menurut dia, pembekalan untuk teknik bela diri nantinya bisa disampaikan bersamaan dengan pelatihan peningkatan wawasan calon TKI. "Jadi selain dididik keterampilan kerja, mereka juga perlu dididik teknik bela diri," kata Kholilurrahman menjelaskan.

Menurut dia, pemkab Pamekasan kini tengah membangun Balai Latihan Khusus (BLK) bagi para calon TKI yang hendak berangkat ke luar negeri.

BLK yang ada di Pamekasan itu, kata dia, akan menjadi pusat pelatihan bagi para calon TKI dari Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang.

"Pembangunan BLK ini bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau yang diterima pemkab pada 2011 dan bantuan dari sejumlah perusahaan," kata Bupati Kholilurrahman menjelaskan. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar