Rekind akan fokus pada energi panas bumi
Senin, 20 Februari 2012 21:15 WIB | 2350 Views
Dirut PT Rekayasa Industri Ali Suharsono (2 kiri), dan (dari ki-ka) Direktur Operasi Alex Dharma Balen, Direktur Usaha Nicke Widyawati dan Direktur Keuangan Hendradi Gunarso berbincang sebelum memberikan keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Senin (20/2). (FOTO ANTARA/Audy Alwi)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Potensi perolehan energi bersumber energi panas bumi di Tanah Air sangat luar biasa namun masih minim perusahaan di bidang energi yang berinvestasi. Itulah yang akan disasar PT Rekayasa Industri atau Rekind, mereka akan fokus pada pada pembangunan proyek infrastruktur panas bumi.
Khusus dalam segi ekspertise PLTP, Rekind telah berhasil membangun lebih dari enam PLTP di tanah air dan beroperasional dengan sangat baik.
Proyek-proyek PLTP tersebut antara lain PLTP Lahendong 2, 3, dan 4 (masing-masing kapasitas 1x20 MW), Wayang Windu 1 (1x110MW) dan Wayang Windu 2 (1x117 MW) dan PLTP Kamojang Unit 4 (1x60 MW)) dan saat ini sedang mengerjakan PLTP Ulubelu (2x55 MW).
"Dengan bersyukur atas segala nikmat-Nya, kami berhasil mencapai pemasaran sekitar dua kali dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini merupakan hasil konsistensi proses pengembangan keahlian sebagai EPC nasional melaksanakan proyek-proyek program percepatan energi pemerintah," kata Direktur Utama PT Rekind, Ali Suharsono.
Menurut dia, perusahaan itu punya pengalaman baik dalam pembangkit listrik tenaga uap dan panas bumi. Di antaranya proyek percepatan listrik 10.000 MW tahap pertama, yakni PLTU Suralaya (1x625 MW) yang juga pembangkit listrik kapasitas produksi terbesar dan berhasil beroperasi dengan baik), PLTU Riau (2x100 MW), PLTU Sumatera Barat (2x112 MW), dan PLTP Ulubelu (kapasitas terbesar di Sumatera 2x55 MW).
Selain itu, katanya, Rekind juga sukses dalam pelaksanaan proyek FSRU Muara Karang berupa suplai gas kepada pembangkit Muara Karang dan pembangkit Tanjung Priok yang semula menggunakan bahan bakar minyak.
Fokus pada 2012 ini juga berdasarkan kepercayaan dari perusahaan perminyakan dan energi mancanegara. Perusahaan itu turut berpartisipasi dalam Proyek Dayung Grissik dimiliki Conoco Phillip, EPC 3 Banyu Urip Offshore Pipeline Mooring Tower dan EPC 5 Infrastructure Facilities dimiliki oleh Mobil Cepu Limited dan Pabrik Sabah Ammonia Urea (Samur) dimiliki oleh Petronas. (*) Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com