Seorang warga memberi petunjuk pada petugas penyelamat di dekat jembatan runtuh di aliran sungai Cihideung, Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jabar, Minggu (19/2). (FOTO ANTARA/Jafkhairi)

Berita Terkait
Bogor (ANTARA News) - Polisi menetapkan bahwa jembatan runtuh di Kampung Pabuaran Kaum, Desa Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jawa Barat, sebagai musibah dan artinya tidak perlu ada pihak yang dipersalahkan dalam insiden yang menewaskan dua orang dan enam lainnya masih hilang itu.

"Ini murni musibah bencana alam, karena jembatan yang dilalui merupakan jembatan alternatif seperti jalan tikus yang dibangun oleh warga," kata Kapolres Bogor AKBP Herry Santoso ketika ditemui di posko evakuasi korban di Kantor Kecamatan Ciampea, Kamis.

"Apalagi saat itu hari hujan, dan jumlah warga yang melintas cukup banyak sementara arus sungai juga deras," kata Kapolres yang menegaskan peristiwa itu terjadi karena faktor alam.

Kapolres mengatakan jembatan tersebut bukanlan jembatan permanen yang dibangun oleh pemerintah. Melainkan jembatan yang dibangun oleh warga sebagai jalan alternatif menuju kampus IPB.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak membangun jembatan permanen di lokasi tersebut karena IPB sebagai pemilik lahan pernah menolak adanya jembatan penghubung dengan alasan keamanan kampus.

"Jadi ini bukan jembatan resmi, tapi jembatan ilegal yang dibangun warga sebagai jalan lintasan untuk masuk kampus. Jembatan ini sudah pernah dilarang oleh pihak IPB karena dinilai tidak aman," kata Kapolres.

Kapolres menyebutkan, sekarang polisi fokus dalam upaya pencarian dan evakuasi korban. Personel Polsek dan Polres Bogor dikerahkan dalam pencarian.

"Kita berharap para korban segera ditemukan. Semakin cepat semakin baik, agar pihak keluarga yang menanti-nanti kabar bisa tenang," kata Kapolres.

Jembatan itu ambruk Minggu (19/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar 22 orang warga terdiri dari anak dan ibu yang baru pulang dari acara Maulid Nabi melintasi jembatan Cidua yang membentang di atas Sungai Cihideung sepanjang 15 meter.

Konstruksi jembatan yang kurang kuat ditambah arus yang deras menyebabkan jembatan ambruk, 15 orang selamat sementara delapan orang hanyut, dua di antaranya sudah ditemukan tewas.

Enam korban lagi masih dicari.

(KR-LR/M027)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar