Cotabato, Filipina (ANTARA News) - Hampir 25.000 orang di Filipina selatan mengungsi akibat banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat, kata para pejabat lokal, Senin.

Di kotapraja Lambayong di provinsi Filipina selatan Sultan Kudarat, Asisten Direktur Regional untuk Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Gemma Rivera mengatakan, sekitar 2.000 keluarga atau 10.000 orang dari desa-desa dataran rendah terkena banjir akibat cuaca buruk sejak Minggu, lapor Xinhua.

Dia mengatakan tidak ada korban dilaporkan dan pemerintah kini membantu kebutuhan orang-orang yang dilanda banjir itu.

Di wilayah Cagara, pejabat bencana mengatakan 14.063 warga atau sekitar 2.879 keluarga di 13 desa di Provinsi Agusan del Norte dan Surigao del Norte terkena dampak banjir.

Blanche Gobenciong dari Kantor Pertahanan Sipil mengatakan, kota tepi danau di Agusan del Norte dan Surigao del Norte yang paling parah terkena dampak banjir.

Tidak ada kematian yang dilaporkan, katanya.

Sepekan sebelumnya, banjir bandang disebabkan oleh tekanan udara rendah juga menewaskan dua orang di provinsi Filipina utara Camarine Sur, kata seorang pejabat senior pemerintah.

Wakil direktur eksekutif Dewan Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Manajemen (NDRRMC), Benito Ramos mengidentifikasi korban sebagai Lea Alarcio, 18 tahun, dari Desa Monte Calvario di Kota Buhi dan Agripina Minante, 81 tahun, dari Desa Himagtucan di Kota Lagonoy .

Alarcio tenggelam ketika ia jatuh saat melintasi satu bendungan pengatur air yang meluap. Minante tenggelam karena banjir bandang.

Pihak berwenang telah mengevakuasi ribuan keluarga di Provinsi Albay, Misamis Oriental dan Sarangani karena banjir besar.

Beberapa hari sebelumnya, ratusan keluarga telah dievakuasi pada saat daerah-daerah bertekanan rendah membawa banyak hujan di Filipina selatan, yang mengakibatkan banjir bandang, kata seorang pejabat senior pemerintah.

Wakil Direktur Eksekutif Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Dewan Manajemen (NDRRMC), Benito Ramos, mengatakan bahwa banjir bandang terjadi di tiga desa di Kota Gingoog di Provinsi Misamis Oriental, pada sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat.

Akibatnya, 149 keluarga atau 699 orang diungsikan ke satu gereja dan satu balai desa.

Setidaknya empat desa juga terkena banjir di Provinsi Surigao del Norte, di mana 166 keluarga atau 670 orang diungsikan, kata Ramos.

Ramos mengatakan, tingkat waspada dinaikkan di empat stasiun pengukur hujan di Filipina tengah dan selatan.

Sementara itu, juga sekitar sepekan lalu, ribuan orang dilaporkan mengungsi karena banjir bandang dipicu hujan deras di Kota Cotabato, Filipina selatan.

Apple Agolong, seorang anggota dewan di Kota Dapitan, mengatakan sedikitnya 12 desa dataran rendah di kota itu kebanjiran, dan memaksa lebih dari 4.000 orang mengungsi atau pindah ke gereja-gereja dan sekolah-sekolah yang dikelola negara.

Dia mengatakan luapan air, sekitar tiga meter, mencapai atap rumah namun tidak ada korban yang telah dilaporkan.

Petugas ramalan cuaca memperingatkan penduduk wilayah Mindanao selatan bahwa hujan lebat bisa menimbulkan tekanan udara rendah dan banjir di wilayah itu. (AK)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar