Ulama PPP rumuskan kriteria kepemimpinan nasional
Selasa, 21 Februari 2012 23:37 WIB | 2560 Views
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (FOTO ANTARA)
Berita Terkait
Kediri (ANTARA News) - Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui Halaqah Nasional Alim Ulama PPP akan menentukan kriteria kepemimpinan nasional yang nantinya dijadikan rujukan bagi partai itu dalam menentukan calon presiden dan calon wakil presiden.
Halaqah tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Musyawarah Kerja Nasional PPP yang digelar di Kediri, Jawa Timur, 21-23 Februari.
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali saat pembukaan mukernas dan halaqah di Pondok Pesantren Lirboyo, Selasa, menjelaskan, halaqah akan merumuskan kriteria dan karakterisktik kepemimpinan yang dibutuhkan pada 2014.
"Berbekal taushiyah tersebut, PPP selanjutnya akan meneropong, memilah, menyaring, dan memilih, siapa gerangan kader partai terbaik, atau siapa kiranya tokoh bangsa yang mampu mengawal Indonesia menuju keunggulan di dunia internasional," katanya.
Dalam kesempatan itu Suryadharma menyoroti soal kepemimpinan.
Menurutnya, pemimpin adalah seseorang yang memberi inspirasi untuk maju, memiliki kemampuan mendorong orang lain melakukan hal yang bahkan sebelumnya tidak mereka mau, serta seseorang yang mengambil posisi memastikan bahwa harapan akan berbuah kenyataan manakala dilandasi kebersamaan.
"Namun kesemuanya hanya bisa berjalan jika ada keteladanan. `Lisaanul haal, afshohu min lisaanil maqaal`, keteladanan lebih baik dari pada perkataan," katanya.
Pemimpin yang demikian, lanjut Suryadharma, akan dicintai sepanjang zaman, akan dikenang sebagai negarawan, dan akan dimakamkan sebagai pahlawan kebajikan.
"Kadang kita rindu Bung Karno yang pidatonya membakar semangat. Kadang kita rindu Bung Hatta yang konsep kedaulatan rakyat atas ekonominya paripurna. Kadang kita rindu pak Harto yang kewibawaannya menuntun Indonesia menjadi salah satu macan ekonomi Asia. Kadang kita rindu Gus Dur yang selera humornya mencairkan kebekuan politik yang seringkali penuh intrik," katanya.
Menurut Suryadharma, bangsa Indonesia rindu pemimpin yang penuh keteladanan di saat pemimpin semakin tidak dihargai, rindu pemimpin yang penuh kesederhanaan di saat hedonisme menjadi ukuran keberhasilan.
"Pada saatnya nanti, kita akan rindu pula dengan Pak SBY, seorang pemimpin religius, cerdas, istiqomah dalam demokrasi, sabar dan tegar dalam menghadapi berbagai kritik dan badai politik," katanya disambut tepuk tangan yang hadir di acara itu.
Mukernas dan halaqah alim ulama PPP dibuka Wakil Presiden Boediono yang kehadirannya disertai Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Mendikbud Muhammad Noeh.
Hadir juga Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jatim yang juga Ketua PBNU Saifullah Yusuf.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tidak hadir karena sedang menghadiri acara MTQ di Pontianak.
"Adalah hak ketua umum PBNU untuk tidak hadir," kata Sekjen DPP M Romahurmuziy.
(T.S024/A023) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com