Pembangunan rel Kutim perlu 25 juta kubik batu
Rabu, 22 Februari 2012 07:04 WIB | 2266 Views
Rel kereta api. (FOTO ANTARA/Marifka Wahyu Hidayat)
Membekali diri ini melalui SDM sangat penting, agar ke depan tidak tertinggal dengan pengusaha luar yang lebih profesional. Silakan bersaing secara sehat dan tunjukkan kalau pengusaha lokal juga mampu bersaing secara sehat dan profesional.
Berita Terkait
Sangatta (ANTARA News) - Proyek pembangunan rel kereta api sepanjang 130 kilometer dari Muara Wahau ke Lubuk Tutung Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, diperkirakan membutuhkan batu dan pasir sebanyak 25 juta meter kubik.
"Untuk pembangunan konstruksi pondasi saja, proyek rel kerea api sepanjang 130 kilometer ini membutuhkan batu dan pasir dari Palu, Sulawesi Tengah, sebanyak 25 juta meter kubik," ujar Bupati Kutai Timur, H Isran Noor, di Sangatta, Kutai Timur, Rabu.
Dipilihnya jenis batu dan pasir dari daerah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, menurut Isran Noor, karena kualitasnya dinilai baik dan cocok untuk geografis wilayah Kutai Timur.
Dikatakan Isran Noor, karena kebutuhan batu dan pasir dari Palu, cukup besar, tentunya merupakan peluang dan kesempatan bagi para pengusaha lokal di Kalimantan Timur khususnya Kutai Timur untuk menjalankan bisnis serta ikut berpartisipasi dalam melaksanakan pembangunan.
"Terus terang, ini peluang besar yang sangat strategis bagi pengusaha lokal, terutama yang bergabung di dalam Organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutai Timur. Supaya tidak didahului oleh pengusaha luar Kaltim," kata Isran Noor.
Isran Noor mengatakan, kesempatan pengusaha lokal untuk maju cukup terbuka ke depan karena investasi yang akan masuk dalam lima tahun ke depan cukup besar, yakni tidak kurang dari Rp20 triliun, salah satunya adalah pembangunan rel kereta api Muara Wahau-Lubuk Tutung itu.
Oleh karena, katanya, pemerintah daerah berharap agar dari sekarang ini pengusaha lokal dengan difasilitasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutai Timur mempersiapkan diri untuk meningkatkan kualitasnya, baik peningkatan sumber daya manusia pengusahanya maupun perusahaannya.
"Membekali diri ini melalui SDM sangat penting, agar ke depan tidak tertinggal dengan pengusaha luar yang lebih profesional. Silakan bersaing secara sehat dan tunjukkan kalau pengusaha lokal juga mampu bersaing secara sehat dan profesional," kata Isran Noor.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri, H Ambo Tuo, menyambut positif arahan sekaligus tawaran Bupati Isran Noor terhadap para pengusaha lokal dan Kamar Dagang dan Industri.
"Ini merupakan tantangan dan peluang yang harus dan wajib dilakukan oleh pengusaha lokal Kutai Timur. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutai Timur tentu akan memberikan dukungan penuh terhadap pengusaha lokal," katanya.
Pembangunan konstruksi rel kereta api khusus batu bara sepanjang 130 kilometer di Muara Wahau-Lubuk Tutung Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur akan dilakukan PT Minerals Energy Commodities (MEC) dengan investasi sebesar 5 miliar dolar AS.
"Perusahaan patungan Trimex Group dan Ras Al Khaimah dari Uni Emirat Arab yang akan membangun rel kereta api khusus batu bara sejauh 130 kilometer, pelabuhan khusus dengan jetty 3,9 kilometer.
(KR-ADI)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com