Kerusuhan Lapas Kerobokan diduga karena diskriminasi
Rabu, 22 Februari 2012 12:09 WIB | 2051 Views
Kapolda Bali, Irjen Pol Totoy Herawan Indra (FOTO ANTARA)
Berita Terkait
Kuta, Bali (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen (Pol) Totoy Herawan Indra menduga kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Kuta, Selasa (21/2) malam, dipicu oleh kekecewaan narapidana yang selama ini diperlakukan diskriminatif.
Ditemui di Lapas Kerobokan, Rabu, Kapolda mendapatkan penjelasan dari empat perwakilan narapidana yang mengeluhkan bahwa ada perbedaan pelayanan kesehatan di antara para narapidana itu.
Perbedaan perlakukan juga dirasakan oleh beberapa narapidana di dalam sel. "Ada napi yang mengeluhkan diskriminasi itu," kata jenderal polisi berbintang dua itu.
Kapolda menyatakan bahwa saat ini situsi di dalam Lapas Kerobokan sudah dalam keadaan kondusif, meskipun masih tercium bau hangus di seluruh ruang perkantoran yang ludes terbakar dan puing-puing reruntuhan bangunan belum dibersihkan.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah senjata api dan senjata gas air mata dari dalam ruang yang terbakar pada pukul 23.00 WITA itu.
Tiga narapidana, Romy, Suprianto, dan Nyoman Tirtayasa dievakuasi ke Rumah Sakit Trijata karena mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Demikian pula dengan seorang petugas sipir Lapas yang mengalami luka.
Sementara itu, ratusan personel TNI/Polri ditarik dari Lapas seiring dengan kepergian Kapolda Bali dari lokasi itu.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran juga sudah meninggalkan lokasi Lapas setelah api yang melalap seluruh ruang perkantoran benar-benar padam.
(M038*KR-PWD)
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com