Perum LKBN ANTARA terus sampaikan pesan NKRI
Rabu, 22 Februari 2012 14:10 WIB | 1966 Views
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Ahmad Mukhlis Yusuf (FOTO ANTARA)
... Melalui konten televisi ini, Perum LKBN ANTARA ingin menyampaikan pesan-pesan NKRI guna meningkatkan jiwa nasionalisme di tengah masyarakat Indonesia...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Perum LKBN ANTARA secara berkesinambungan terus sampaikan pesan-pesan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik melalui pemberitaan, foto, maupun konten televisi.
"Produk terbaru Perum LKBN ANTARA adalah sinergi joint-programming televisi bertajuk Merah Putih. Program ini diproduksi bersama, dirancang, dan ditayangkan bersama di TVRI dan RRI serta televisi lokal," kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Ahmad Mukhlis Yusuf.
Dia menjadi salah satu hadirin pada rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR dengan pimpinan Perum LKBN ANTARA dan pimpinan Dewan Pers, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.
Ahmad Mukhlis Yusuf menjelaskan, konten televisi bertajuk Merah Putih tersebut, berisi pendalaman dan dialog interaktif dengan para tokoh dan pakar di bidangnya. Juga memberi gambaran situasi yang menguatkan jiwa nasionalisme.
Pada kesempatan tersebut, dia, juga menampilkan promosi tayangan Merah Putih yang menampilkan upacara bendera di Kabupaten Merauke, di daerah perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini.
Menurut dia, konten televisi Merah Putih ini akan ditayangkan di TVRI, setiap Rabu, mulai 1 Maret 2012, serta di stasiun televisi lokal.
"Melalui konten televisi ini, Perum LKBN ANTARA ingin menyampaikan pesan-pesan NKRI guna meningkatkan jiwa nasionalisme di tengah masyarakat Indonesia," tukasnya.
Dia menambahkan, selain melalui konten televisi tersebut, Perum LKBN ANTARA juga menyampaikan foto-foto yang sarat dengan pesan NKRI melalui media jejaring sosial seperti, twitter dan facebook.
Perum LKBN ANTARA, kata dia, juga memberitakan berita-berita yang positif dan konstrukif guna memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA, Syaiful Hadi, menambahkan, Perum LKBN ANTARA selalu konsisten pada netral dan indenpenden. Pemberitaan dari Perum LKBN ANTARA, kata dia, adalah berita-berita yang independen dan konstruktif.
"Sikap Perum LKBN ANTARA adalah Merah Putih, sehingga siapapun yang terpilih sebagai pemimpin nasional harus dihargai," ujarnya.
Menurut dia, sesuai amanah UUD 1945, presiden dan wakil presiden adalah simbol negara yang harus dihormati.
Direktur Umum dan SDM Perum LKBN ANTARA, Rajab Ritonga, menambahkan, Perum LKBN ANTARA sudah berdiri pada 1937 yakni sebelum Republik Indonesia berdiri.
Kantor Berita ANTARA didirikan pada saat itu, kata Rajab, untuk melawan hegemoni penjajah dan menumbuhkan jiwa nasionalisme. "Jiwa nasionalisme tersebut yang terus tumbuh di dalam jiwa-jiwa SDM Perum LKBN ANTARA hingga saat ini," paparnya.
(R024) Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com