Kediri (ANTARA News) - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai saat ini terjadi penurunan semangat berbangsa, yang mengikisan rasa cinta Tanah Air.

"Sekarang ada apa-apa demo, ada aksi bakar-bakaran. Setiap hari ada goncangan, bagaimana orang mau kerja," katanya ditemui dalam kegiatan "halaqah" alim ulama Mukernas PPP di salah satu hotel kabupaten Kediri, Rabu.

Ia menyayangkan, semakin minimnya rasa cinta Tanah Air. Banyak kasus korupsi yang melibatkan para pejabat, yang tentunya membuat luka pada masyarakat.

Kata dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, di antaranya membangun ekonomi bangsa. Dengan kondisi geografis yang cukup menjanjikan di antaranya air yang melimpah serta pancaran sinar matahari yang cukup, tentunya harus dikelola dengan lebih baik lagi.

"Dibanding dengan sebelumnya, Indonesia sudah lebih maju. Namun, dibanding dengan negara lain Indonesia masih ketinggalan, seperti tentang teknologi. Untuk itu, harus ada tujuan yang sama, bersatu dengan niat yang baik," ucapnya pria yang akrab disebut dengan JK ini.

Ia juga menegaskan, untuk mencapai itu, pemerintah harus dengan tegas memperbaiki kondisi ekonomi menjadi lebih baik lagi. Selain itu, hukum juga harus diperbaiki, agar negara ini menjadi negara yang demokratis, sesuai dengan cita-cita.

Hal demikian juga dikatakan oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menilai pemerintah masih belum terlihat serius untuk memperbaiki ekonomi Indonesia.

Selama ini, anggaran yang dimiliki sangat besar. Di APBN 2012 ini, pendapatan yang ada mencapai Ro1.425 triliun, naik daripada 2011 yang pendapatannya mencapai Rp1.336 trilun.

"Selama ini, pemerintah belum terlihat membuat proyek `mercusuar`. Bisa dilihat, anggaran lebih dari Rp1.000 triliun, padahal bisa digunakan untuk hal yang produktif bagi kesejahteraan masyarakat," kata Kofifah.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar