Merak (ANTARA News) - Ratusan penumpang panik ketika kapal motor penumpang Mufida mesinnya terbakar dan mengalurkan asap tebal saat akan bersandar di Pelabuhan Merak Banten setelah berlayar dari Pelabuhan Bakauheni Lampung, Rabu.

"Peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun ratusan penumpang panik," kata Pelaksana Harian Manajer Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Didi Yuliansyah, di Merak.

Ia mengatakan, ASDP bertindak cepat melakukan evakuasi dengan mengirimkan peralatan keselamatan untuk mencegah korban jiwa. Mobil ambulan dan tenaga medis juga telah disiagakan.

Kapal Mufida yang memiliki bobot 3.531 GRT, dan kecepatan 10 knot serta memiliki kapasitas penumpang sebanyak 520 orang serta kendaraan 65 unit ditarik ke tengah laut.

"Kami belum mengetahui kejadian itu karena masih dalam proses pemeriksaan petugas," katanya.

Kejadian kapal tersebut, kata dia, sekitar pukul 10.20 WIB ketika akan bersandar di Dermaga III Pelabuhan Merak.

Namun, saat ini kondisi Pelabuhan Merak kembali normal lagi," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Nana, seorang penumpang Kapal Mufida mengaku panik melihat saat melihat asap hitam yang keluar dari cerobong bagian bawah kapal tersebut.

"Saya panik, dan berlarian bersama-sama penumpang lainnya keluar ketika ruangan dipenuhi asap yang berasal dari kamar mesin KMP Mufida," katanya.

Dia menjelaskan, kejadian terbakarnya mesin KMP Mufida diketahui oleh penumpang, ketika asap mulai memenuhi ruangan penumpang.

"Kami merasa beruntung banyak petugas yang melakukan evakuasi dengan memberikan imbauan melalui pengeras suara agar tidak panik," katanya.

(KR-MSR/Y008)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar