Presiden isyaratkan kenaikan BBM bersubsidi
Rabu, 22 Februari 2012 19:48 WIB | 2676 Views
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Wapres Boediono (kanan) memimpin sidang kabinet paripurna yang membahas soal Masterplan Program Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/2). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah akan mengajukan percepatan pembahasan APBN Perubahan tahun 2012 kepada DPR lebih cepat dari biasanya terkait terjadinya krisis minyak dunia yang akan berdampak langsung pada APBN tahun 2012. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah mengisyaratkan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan akan membicarakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membahas hal tersebut.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, mengatakan opsi menaikkan harga BBM bersubsidi dibicarakan dalam rapat terbatas sebelum sidang kabinet paripurna terkait perkembangan situasi internasional yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Saya sudah ambil keputusan dan direktif (pedoman,red) untuk ditindaklanjuti. Dari apa yang berkembang, maka konstruksi kebijakan yang kita tempuh jangka menengah dan panjang konversi bbm ke bbg terus dilakukan, harga bbm mau tidak mau mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat, masyarakat yang terdampak atas kenaikan bbm itu, inflasi lain, masyarakat miskin, mesti kita beri bantuan langsung, apakah seperti dulu, atau dimodifikasi mana yang paling tepat," kata Presiden.
Kepala Negara mengatakan dengan perkembangan situasi saat ini terutama kenaikan harga minyak mentah dunia, maka pemerintah akan mengajukan usul ke DPR untuk mempercepat pembahasan APBN Perubahan yang semula biasanya dibahas pada pertengahan tahun menjadi dalam waktu dekat.
"Kami juga masih bahas dan rumuskan, seperti apa yang akan kita tempuh dalam APBN-P sebagai payung atau policy dasar, termasuk subsidi dan BBM, kita bekerja penuh saya minta terpadu, di Kantor Menko Perekonomian membuat desk," katanya
"Wapres saya tugaskan supervisi dan pimpin pertemuan tertentu agar yang dilakukan ini bisa jadi solusi. Itu yang di bahas tadi dalam ratas, dan ini mesti kami ambil. Kami pernah naikkan harga BBM tiga kali dalam sejarah meski pernah menurunkan tiga kali. Kami ketahui kompleksitas dan permasalahan dan apa yang mesti dilakukan. Insya Allah bila itu dijalankan dengan baik melalui kebijakan yang tepat dan sungguh pertimbangkan apa yang bisa berdampak pada rakyat," kata Presiden.
Meski demikian sebelum adanya rapat dan pembahasan dengan DPR maka opsi tersebut masih dalam pembahasan dan bila diputuskan nanti tentunya hal tersebut merupakan yang terbaik bagi rakyat.
"Khusus yang pertama tadi masih dalam perencanaan nanti saat setelah dirumuskan dengan baik maka ditetapkan sebagai kebijakan. sebetulnya sudah dibicarakan pada minggu ini, banyak yang sarankan, sesuaikan saja harga yang pantas, apa yang diputuskan nanti itulah keputusan yang terbaik," tegasnya.
(T.P008*D013/A011)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com