IMI berharap Indonesia menuju negara maritim
Rabu, 22 Februari 2012 21:26 WIB | 1490 Views
Jakarta (ANTARA News) - Sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas laut 70 persen lebih, sudah sepantasnya masyarakat Indonesia mulai mengubah pola pikir (mindset) dari orientasi daratan menuju negara kelautan agar bangsa Indonesia menjadi sejahtera dan mampu bersaing dengan negara lain.
Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI) Dr. Y. Paonganan, S.Si., M.Si. mengatakan hasl itu seusai melakukan kunjungan ke kantor Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Markas Besar TNI AL, Cilangkap Jakarta Timur, kemarin.
Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, kunjungan Paongan itu didampingi dua orang stafnya, CEO yang juga Editor in Chief Majalah Indonesia Maritime Magazine itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati dengan suasana hangat dan penuh persahabatan.
Untuk mengubah pola pikir segenap bangsa Indonesia, kata Paonganan, pihaknya sebagai lembaga nonfrofit tidak akan berhenti untuk terus melakukan kampanye "kembali ke lau" ke segala lapisan masyarakat. "Untuk mengubah mind-set ini tentu tidaklah mudah, karena memerlukan proses evolusi dan butuh waktu," ujarnya.
Paongan yang biasa disapa "Ongen" juga mengritik pola pembangunan Indonesia yang selama ini terkesan hanya berorientasi ke daratan sehingga potensi ekonomi maritim dan konsep pertahanan berbasiskan maritim pun terlupakan.
Dia mencontohkan pulau-pulau terdepan negeri ini hanya dijadikan seolah-olah halaman luar yang seakan tidak diikutsertakan dalam proses pembangunan bangsa. "Konsep pertahanan di laut harus tangguh dan besar, karena sebagian besar Indoneia adalah lautan," tambah Doktor lulusan IPB ini.
Sementara itu Kadispenal Laksamana Pertama TNI Untung Suropati menyambut positif atas gagasan dan langkah-langkah yang dilakukan IMI dalam memasyarakatkan kelautan atau kemaritiman di masyarakat.
"Indonesia dengan letak negara yang sangat strategis di dunia harus menjadi negara maritim yang kuat seperti halnya ketika masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dulu," kata Kadispenal.
Dalam kunjungannya ke Dispenal, Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI) Paonganan menyempatkan diri melihat tayangan DVD tentang Frofil TNI AL, bertukar cinderamata dengan Kadispenal, serta melaksanakan wawancara dengan penyiar Radio Jalesveva Jayamahe. (*)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com