Kamis, 2 Oktober 2014

Sumbar segera dirikan BUMD pengelolaan jalan tol

Kamis, 23 Februari 2012 00:22 WIB | 3.064 Views
Padang (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera menyiapkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) untuk pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sehingga bisa ikut menanamkan modal dalam pembangunan dan pengelolaan jalan tol Sumbar.

"Sesuai nota kesepahaman antara Pemprov Sumbar dengan PT Jasa Marga yang telah ditanda tangani di Palembang awal pekan ini, berisikan pembentukan konsorsium untuk membangun dan mengelola jalan tol yang direncanakan itu. Makanya Sumbar harus mendirikan BUMD baru," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Rabu.

Sebagai tindak lanjut pertemuan di Palembang, gubernur langsung menggelar rapat percepatan pembangunan jalan tol di Sumbar dengan sejumlah SKPD terkait dan Bupati Padang Pariaman Selasa malam.

Irwan mengatakan, Asisten II bidang Pembangunan Pemprov sudah diminta untuk merancang Ranperda pembentukan BUMD dan segera diusulkan ke DPRD sehingga tahun bisa selesai.

Sesuai dengan peraturan, tambahnya, jika pemerintah daerah kalau ingin masuk dalam konsursium untuk menanamkan modal, caranya harus melalui BUMD atau Perusda.

Irwan mengatakan, tim kecil yang dibentuk pada pertemuan sebelumnya yang dikoordinir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, sudah merancang alternatif jalur tol tersebut.

Alternatif jalur yang ditawarkan, rute Padang - Lubuk Alung - Padangpanjang - Bukittinggi - Payakumbuh - batas Riau, panjangnya sekitar 172,83 km. Alternatif kedua, jalur Padang- Lubuk Alung, Sicincin, Tanahdatar, Payakumbuh-Pekanbaru, dengan panjang jalan sekitar 167,24 km.

Sedangkan alternatif ketiga, Padang - Lubuk Alung - Sicincin - Malalak - Bukittinggi - Payakumbuh - Pekanbaru, dengan panjang jalan 198,19 km atau lebih panjang dari jalan nasional (198,07 km), tapi kemungkinan tidak akan dipakai, karena dinilai panjang yang akan membutuhkan biaya besar dan tingkat kesulitan pembebasan lahan.

Menurut gubernur, pertimbangkan membuat jalan tol untuk mengatasi kemacetan parah yang sering terjadi di jalur Padang-Bukittinggi, karena sebagai daerah tujuan pariwisata Sumbar, sehingga perlu dipikirkan bagaimana caranya kota wisata itu dilalui jalan tol.

Meskipun nantinya tidak melewati Bukittinggi, paling tidak jalur penghubung dari jalan tol ke kota itu tak lagi terlalu jauh.

Jadi, rencana pembangunannya tahap I tol Padang-Sicincin, tahap II Sicincin-Padangpanjang, tahap III Padangpanjang-Bukittinggi, tahap IV Bukittinggi-Payakumbuh, dan tahap V Payakumbuh batas Provinsi Riau.

Rencananya pada tahap I, II, dan III, jalan tol yang akan dibangun berjenis "full standar", artinya dibuat enam jalur dengan lebar jalan 50 meter.

Sedangkan untuk tahap IV dan V berjenis "High Grade Highway", yang merupakan jalan dengan empat jalur, namun bila menguntungkan akan bisa ditambah menjadi enam jalur.

"Tahap I, II, dan III harus sudah selesai persiapan pembangunannya paling lambat pada 2013 mendatang," ujarnya.

Persiapan pembangunan tersebut, meliputi penyusunan dokumen perencanaan Studi Kelayakan (FS), AMDAL Land Acquisitionand Resettlement Action Plan (LARAP).

Kemudian Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), Masterplan, DED serta perizinan alih fungsi kawasan hutan dengan alokasi dana direncanakan bersumber dari APBD mulai pada anggaran perubahan 2012.

Gubernur meminta tim langsung turun kelapangan untuk menelusuri alternatif-alternatif jalur yang akan dibuat untuk jalan tol, menjajaki pembebasan lahan masyarakat, dan perizinan pengalihan fungsi hutan.

Selain itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi (BKPMP) Sumbar Masrul Zein, diperintahkan untuk mencari titik-titik di sekitar jalan tol yang akan di buat untuk kawasan ekonomi khusus.

Gubernur Sumbar memberi apresiasi kepada Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, yang dinilainya paling tanggap dalam mewujudkan rencana jalan tol Sumbar tersebut.

Terkait, bupati Padang Pariaman menjamin pembebasan lahan dan tidak akan mendapatkan kesulitan karena masyarakat memberi dukungan yang untuk kepentingan umum tersebut.

"Saya bahagai dengan optimistis Bupati Padang Pariaman. Semangat yang sama bisa menjadi contoh dari bupati dan wali kota lainnya, karena masih ada yang pesimistis dengan rencana pembangunan jalan tol Sumbar tersebut," katanya. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga