Ketua MPR Taufik Kiemas (tengah) didampingi Ketua PP Muhammadiyah Din Samsudin (kedua kanan), Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli (kanan) menerima Ketua delegasi tim perunding perdamaian Moro Islamic Liberation Front (MILF) Abdullah M. Hassan (kedua kiri) dan pendamping hukum, Atty Datu Michael Mastura (kanan) seusai Pertemuan di kediamannya di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/2). (FOTO ANTARA/Reno Esnir)

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Ketua MPR RI Taufiq Kiemas menerima delegasi tim perunding perdamaian Moro Islamic Liberation Front (MILF) dengan pemerintah Philipina untuk memberikan masukan atas proses perundingan yang sedang berjalan.

"Mereka (MILF) pada dasarnya ingin damai, tapi proses perdamaian ini kan butuh waktu yang panjang," kata Taufiq Kiemas di kediaman Jl Teuku Umar Jakarta, Kamis.

Delegasi tim perunding MILF tersebut diterima Ketua MPR di kediaman Jl Teuku Umar Jakarta, Kamis. Delegasi MILF dipimpin oleh Ketua Abdullah M Hassan, dengan anggota delegasi; Atty datu Michaek Mastura, Abhud Syed Lingga, Abdullah Camlian, Bato Mohamd Zainodin, Ali Buisan, Sukrey ali Saaber.

Taufik Kiemas didampingi wakil ketua MPR Meilani dan juga ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin.

Lebih lanjut Kiemas menegaskan, yang penting adalah bagaimana mengatur soal sumber daya alam atau mineral yang ada di wilayah Moro secara adil.

"Bagaimana hal ini bisa mencukupi Filipina dan juga Moro, harus adil," kata Kiemas.

Kiemas mengakui bahwa proses perdamaian memang membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, tambahnya, diperlukan komitmen kedua belah pihak yang sedang berunding.

Sementara Abdullah mengaku senang bisa diterima oleh Ketua MPR Taufik Kiemas. Menurut Abdullah, beberapa nasehat yang disampaikan menjadi modal yang baik.

"Beberapa nasehat yang disampaikan Pak Taufiq Kiemas akan kita jalankan," kata Abdullah.
(J004)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar