Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dan Japan Aerospace Exploration Agency makin erat bekerja sama. Kali ini data satelit ALOS bisa diaplikasikan untuk banyak keperluan, di antaranya memudahkan perencanaan wilayah di Indonesia.

Satelit ALOS adalah satelit observasi bumi milik Jepang yang diluncurkan pada 24 Januari 2006. Satelit seberat empat ton ini menghasilkan berbagai data penginderaan jauh dari ketinggian 700 km di atas bumi. Peta yang dihasilkan ALOS dapat mencapai skala 1:25.000.

Meskipun saat ini satelit ALOS sudah tidak berfungsi, namun datanya masih dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dan riset.

Data itu bermanfaat pada aspek kartografi, perencanaan wilayah, pengelolaan sumber daya alam, pemantauan bencana alam, dan pemantauan hutan.

"Kementerian Kehutanan sudah memanfaatkan secara real untuk mengetahui perubahan hutan Indonesia seperti apa," kata Agus Hidayat, Deputi Bidang Penginderaan Jauh Lapan, di Jakarta, Kamis.

Terdapat empat kelompok kerja dalam kerjasama tersebut, yakni aplikasi ALOS pada tutupan lahan dan hutan, pada asesmen wilayah pesisir pantai dan perubahannya, pemantauan gunung api, dan pemetaan.

(M047)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar