Gubernur DKI bertekad tingkatkan kualitas pendidikan
Kamis, 23 Februari 2012 22:16 WIB | 1935 Views
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. (FOTO ANTARA)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI, Fauzi Bowo menyatakan, kualitas pendidikan menjadi taruhan sebab masyarakat menginginkan kualitas pendidikan di Jakarta agar terus meningkat.
"Indikator itu salah satunya terkait dengan tingkat kelulusan di atas rata-rata kelulusan nasional," katanya di Hall A Pasar Festival, Jakarta, Kamis (23/2).
Fauzi menegaskan, DKI harus bebas putus sekolah. "Saya tidak ingin mendengar anak usia sekolah di Jakarta tidak sekolah karena ketidakmampuan ekonomi orang tua," katanya.
Gubernur menginstruksikan seluruh lembaga penyalur beasiswa yang bersumber dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar meningkatkan jumlah beasiswa di masa-masa mendatang.
Gubernur juga meminta agar lembaga penyalur beasiswa yang bersumber dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak masyarakat yang disalurkan melalui BAZIS DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, dan Yayasan Beasiswa Jakarta untuk membangun sistem jaringan informasi beasiswa se-DKI Jakarta yang lebih terintegrasi, komprehensif, dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Data dari Yayasan Beasiswa Jakarta menyebutkan pada tahun 2011/2012, telah menyalurkan beasiswa kepada 9.080 pelajar SLTA dengan nilai Rp13,62 miliar, dan kepada 1.750 mahasiswa dengan dana total Rp3,675 miliar, serta bantuan penyelesaian tugas akhir kepada 300 mahasiswa dengan total dana Rp600 juta.
Kemudian bantuan penulisan tesis dan disertasi kepada 60 mahasiswa pascasarjana senilai Rp400 juta, serta bantuan kepada 250 pelajar dan mahasiswa berprestasi peraih medali pada event nasional dan internasional dengan total dana Rp750 juta.
"Sehingga jumlah penerima bantuan beasiswa seluruhnya adalah 11.440 orang yang terdiri dari 9.191 siswa SLTA, 2.172 mahasiswa, dan 86 siswa SD," katanya.
Gubernur Fauzi Bowo menambahkan, alokasi dana pendidikan dari total APBD yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada Tahun 2012 alokasi tersebut mencapai 28,93 persen dari total APBD, atau sekitar Rp 9,78 Trilyun.
"Oleh karena itu, pada Tahun 2012 ini, saya tidak ingin mendengar informasi masih adanya warga DKI Jakarta yang dalam usia sekolah, tetapi tidak bersekolah karena tidak mampu," ujar Fauzi Bowo.
Sehubungan dengan itu, lanjut Gubernur, kepada Yayasan Beasiswa Jakarta dan SKPD terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama, diminta melakukan monitoring yang lebih intensif, dan membantu para siswa dan mahasiswa yang tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan, baik melalui pemberian beasiswa maupun cara lain, seperti subsidi silang di Komite Sekolah.
"Perlu saya sampaikan, pada tahun 2013 atau 2014 Insya Allah DKI Jakarta dapat melaksanakan Wajib Belajar 12 Tahun. Saat ini dana yang dibutuhkan sedang dikaji, antara lain melalui optimalisasi penggunaan Biaya Operasional Pendidikan (BOP), dan Biaya Operasional Sekolah (BOS)," tambahnya.(*)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com