LSM desak pengusutan perburuan liar harimau
Jumat, 24 Februari 2012 10:06 WIB | 1829 Views
Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) (FOTO ANTARA/Irsan Mulyadi)
Kami yakin dengan investigasi yang jelas, pasti kasus ini dapat terungkap, karena ini sudah menjadi kejahatan terorganisir.
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA News) - Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi mendesak pihak berwajib mengusut maraknya aksi perburuan liar terhadap satwa terancam punah harimau sumatra (Phantera tigris sumatrae) di wilayah Bengkulu.
"Dalam tahun 2012 ini sudah dua kasus harimau terjerat, bahkan satu diantaranya mati karena tidak dapat diselamatkan," kata Koordinator KKI Warsi Bengkulu Nurkholis Sastro, di Bengkulu , Jumat.
Ia mengatakan perburuan liar terhadap satwa langka tersebut harus diusut sebab termasuk tindakan melanggar hukum.
Kajian KKI Warsi Bengkulu, kasus pemasangan jerat terhadap harimau belum satu pun yang terungkap.
"Kami yakin dengan investigasi yang jelas, pasti kasus ini dapat terungkap, karena ini sudah menjadi kejahatan terorganisir," tambahnya.
Apalagi, sebagian besar jerat yang dipasang pemburu berada di dalam Hutan Lindung termasuk yang baru ditemukan beberapa hari lalu di Hutan Produksi Air Rami.
Ia mengatakan tingginya perburuan menjadi penyebab menurunnya populasi satwa langka dilindungi itu selain penghancuran terhadap habitatnya.
"Semuanya itu berhubungan, penghancuran habitat akan mempermudah pemburu untuk mengakses kawasan yang menjadi habitat harimau," katanya.
Sebelumnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengamankan seekor harimau Sumatera yang terkena jerat pemburu liar di kawasan HP Air Rami, Kabupaten Bengkulu Utara.
Harimau betina berumur sekitar tiga tahun itu, diangkut dari lokasi dan tiba di kantor BKSDA Bengkulu dalam kondisi selamat.
Kepala BKSDA Bengkulu Amon Zamora mengatakan, harimau betina dengan berat sekitar 70 kilogram mengalami luka di bagian kaki akibat gesekan sling kawat dan sudah mendapat perawatan dari dokter hewan.
"Kondisi harimau itu tetap prima dan mau makan, namun hanya bungkusan perbal pada kakinya yang masih dikhawatirkan," katanya.
Rencananya, jari kaki harimau itu akan kembali dibungkus karena dikhawatirkan membusuk lagi, sebab sudah dua kali dilakukan amputasi selama dalam perawatan dalam hutan.
Kondisi harimau tersebut berbeda dengan yang ditemukan di Kabupaten Lebong sebulan lalu dimana sekujur tubuhnya mengalami luka serius akibat diduga dihujani tombak pemburu liar hingga tembus pada bagian jantung dan akhir mati.
"Kami masih menunggu perintah dari Dirjen, apakah harimau itu tetap dirawat di Bengkulu atau dibawa ke Bogor, untuk proses penyembuhan di sana," katanya.
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com