Besuk lapas dihentikan Petugas mengarahkan dua warga negara asing yang hendak besuk narapidana di halaman Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kerobokan, Denpasar, Kamis (23/2). Aktifitas besuk ke penjara terbesar di Bali itu dihentikan menyusul berulangnya kerusuhan di dalam lapas pada Kamis (23/2) dinihari. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana) ()

Namun sampai saat ini kami belum tahu kapan evakuasi gelombang berikutnya dilakukan. Kami menunggu keputusan dari pihak Lapas.
Berita Terkait
Kerobokan (ANTARA News) - Polisi masih menerapkan sistem buka-tutup di ruas jalan yang menuju Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Kabupaten Badung, Jumat.

Pada saat kendaraan pengangkut narapidana keluar-masuk Lapas Kerobokan di Jalan Tangkuban Perahu, polisi menutup beberapa akses jalan utama yang menghubungkan Denpasar dengan Kuta itu.

Hal itu untuk mempermudah laju kendaraan pengangkut narapidana dari Lapas Kerobokan ke sejumlah sel tahanan lain di Bali yang dianggap kondusif.

Hingga kini proses evakuasi terhadap narapidana Lapas Kerobokan pascakerusuhan pada Selasa (21/2) malam lalu itu masih terus belangsung.

Informasi yang dihimpun ANTARA News dari Lapas Kerobokan, evakuasi akan dilakukan terhadap narapidana dari kalangan anak-anak dan wanita.

Jumlah narapidana anak-anak dan wanita di Lapas itu tercatat 120 orang. Sebagian dari narapidana anak-anak itu sudah dievakuasi sejak Kamis (23/2) sore ke Lapas Khusus Anak Klungkung di Gianyar.

Demikian pula dengan 60 narapidana asing, sebagian juga telah dievakuasi ke sejumlah sel tahanan.

"Namun sampai saat ini kami belum tahu kapan evakuasi gelombang berikutnya dilakukan. Kami menunggu keputusan dari pihak Lapas," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes (Pol) Hariadi.

Sampai saat ini pula personel gabungan dari TNI-AD dan Polri bersiaga di sekitar Lapas Kerobokan.

Akibat kerusuhan itu, ruang perkantoran Lapas Kerobokan hangus terbakar dan fasilitas umum, termasuk instalasi air bersih dan jaringan listrik, tidak berfungsi.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar