Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Sudan, Ahmed Ali Karti, mengatakan, mereka berguru kepada Indonesia tentang cara membina hubungan dengan negara pecahannya yakni Sudan Selatan.

"Kemarin saya bertemu dengan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan berbincang banyak mengenai cara membina hubungan yang baik dengan negara pecahan," kata Ahmed Ali Karti kepada wartawan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Ali Karti mengatakan sejak Sudan Selatan memerdekakan diri pada pertengahan tahun lalu, hubungan kedua negara memburuk.

Oleh karena itu pihaknya belajar kepada Indonesia bagaimana cara membina hubungan baik dengan negara pecahan mengingat hubungan Indonesia dan negara Timor Timur terjalin cukup baik.

"Kami belajar dari pengalaman Indonesia bagaimana menghargai perdamaian maupun pembangunan, sehingga bisa menjadi bagian dari dunia," tambah Ali Karti.

Dia mengatakan walaupun Sudan dan Sudan Selatan telah menandatangani perjanjian perdamaian, namun secara garis besar keadaan di negara itu belum normal sepenuhnya karena belum diterapkannya perjanjian itu.

"Kami terus berupaya agar hubungan kedua negara normal kembali, misalnya mau menjadi penyelenggara perdamaian dan lainnya," tambah dia.

Dia juga mengharapkan baik pemerintah Sudan dan Sudan Selatan dan juga oposisi mau bekerja sama untuk menciptakan perdamaian.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan kasus yang dialami Indonesia dan Sudan sangat unik dan langka.

"Ini memang kasus yang langka dan Indonesia berbagi pengalaman dalam kasus ini dengan Sudan," kata Marty.

Marty mengatakan hubungan antara Indonesia dan Sudan sudah terjalin sejak lama. Bahkan jauh sebelum Sudan merdeka pada 1956, di mana Sudan ikut dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung.

Marty mengatakan Indonesia terus mendukung upaya Sudan untuk menciptakan hubungan baik dengan negara pecahannya.

"Selain membicarakan mengenai masalah Sudan kami juga berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara,"tambah Marty.

Sudan Selatan memilih untuk berpisah dari utara pada 2011, menyusul perjanjian perdamaian pada 2005 yang mengakhiri puluhan tahun perang saudara.

Namun kedua negara tidak pernah menemui kesepakatan terkait biaya transit yang harus dibayarkan oleh pemerintah Sudan Selatan di Juba untuk memompa minyak melalui pipa dan menggunakan infrastruktur ekspor minyak Sudan.

Sebelum menghentikan produksi, Sudan Selatan menuduh Sudan mencuri minyak senilai 815 juta dolar AS.

(I025/N002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar