Pekanbaru (ANTARA News) - Pengamat ekonomi, Aviliani, menilai potensi pasar masyarakat kelas menengah di Indonesia terus meningkat dan menjadi peluang bagus bagi pengembangan investasi pada 2012.

"Kelas menengah di Indonesia terus mengalami perubahan pola hidup yang membuat tingkat konsumsi mereka terus meningkat, dan itu yang harus diperhatikan dalam pengembangan usaha untuk berhasil," kata Aviliani pada seminar "2012: Be Victory On Hypercompetitive Era" di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut dia, potensi pasar kelas menengah terus meningkat sejak 2006. Pendapatan per kapita kelas menengah pada 2006 sebesar Rp1.000, namun kini naik menjadi Rp3.500. Ia memperkirakan jumlahnya mencapai 52 juta orang, sedangkan penghitungan dari Bank Dunia dua kali lipat lebih besar.

Tingkat konsumsi kelas menengah Indonesia lebih tinggi dibandingkan Amerika Sertikat, karena komposisinya lebih dari 67 persen berusia produktif yakni 14-65 tahun.

"Sedangkan di Amerika Serikat, kelas menengah didominasi orang tua yang tidak produktif sehingga konsumsi mereka rendah justru negara harus mengeluarkan uang untuk membiayainya," katanya.

Menurut dia, dunia usaha Indonesia harus memperhatikan pola hidup kelas menengah Indonesia yang berubah menjadi makin selektif, lebih pemilih dan mementingkan kualitas. 

"Bahkan, pasar tradisional juga akan ditinggalkan kalau tidak berubah mengikuti perubahan masyarakat kelas menengah. Gaya hidup harus pengaruhi tatanan pelayanan kepada konsumen," katanya.
(F012)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar