Berita Terkait
Denpasar (ANTARA News) - Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Perry Markus mengingatkan, pihak manajemen hotel dalam menaikkan tarif kamar seiring dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) harus dalam tataran proporsional.

"Kenaikan BBM sudah tentu menyebabkan biaya operasional hotel akan naik. Tetapi sekarang hitung-hitungannya yang proporsional. Jika terlalu tinggi, wisatawan tentu tidak akan mau," kata Perry Markus, di Denpasar, Sabtu.

Menurut dia, pihak manajemen hotel hendaknya jeli-jeli menghitung dan mengkajinya dengan tetap mengadopsi pasar serta perlu beberapa strategi hitung-hitungan.

"Tidak hanya berhitung biaya operasional, tetapi juga memperhatikan pesaing. Persaingan harga itu sendiri selama ini tidak hanya pada destinasi lain, antarhotel berbintang sekalipun persaingan sudah cukup ketat, apalagi dengan daerah lain dan negara lain," ujarnya.

Ia mencontohkan Thailand, beberapa waktu terakhir menjadi saingan berat bagi Bali. Mereka itu berpromosi sangat agresif, dengan menjual paket-paket murah.

"Memang bagi mereka, harapan keuntungan besar tidak terletak pada paketnya yang murah, melainkan mencari imbangan dari kegiatan belanja wisatawan," katanya.

Sedangkan dari sisi waktu, lanjut dia, momentum kenaikan harga BBM yang direncanakan berlaku mulai 1 April 2012, sesungguhnya menjadi waktu yang tepat pula bagi hotel untuk kembali berhitung.

"Tepat, karena kontrak kerja sama antara agen perjalanan wisata dengan pihak hotel umumnya berakhir pada 31 Maret 2012. Kontrak yang baru akan terjalin kembali dari 1 April 2012 hingga 31 Maret 2013," ucapnya.

Terkait dengan kenaikan harga BBM, kata dia, akan sangat berimbas dari sisi penggunaan energi kelistrikan di hotel, bahan bakar, termasuk juga ongkos kirim untuk bahan makanan di restoran.

"Sejauh ini kami belum bisa menentukan hingga berapa persen kenaikan tarif hotel karena pemerintah sampai sekarang juga belum menetapkan besaran pasti kenaikan harga BBM tersebut," ujarnya.
(KR-LHS/I006) 

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar