Mataram, NTB (ANTARA) - Maskapai Penerbangan Silk Air akhirnya menyetujui permohonan penambahan frekuensi penerbangan ke Bandara Internasional Lombok, yang diajukan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Sudah ada persetujuan untuk menambah frekuensi penerbangan, dari semula empat kali seminggu menjadi lima kali seminggu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Sabtu.

Silk Air merupakan anak perusahaan penerbangan terkenal Singapore Air yang pernah membuka rute penerbangan langsung dari Bandara Changi Singapura ke Bandara Selaparang Mataram Lombok, yang kemudian beralih ke rute Kuala Lumpur (Malaysia) - Lombok (Indonesia).

Rute penerbangan Silk Air ke Lombok yang sebelumnya mendarat di Bandara Selaparang Mataram, kini berpindah ke Bandara Internasional Lombok (BIL) di Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, sekitar 40 kilometer arah selatan Kota Mataram.

Setiap penerbangan Silk Air ke Lombok, rata-rata mengangkut 80-an orang penumpang yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Inggris dan negara Eropa lainnya.

Frekuensi penerbangannya hanya empat kali seminggu yakni setiap Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

"Bersyukur karena manajemen Silk Air bersedia menambah satu frekuensi penerbangan lagi ke Lombok. Bisa Rabu, bisa Jumat atau Minggu," ujarnya.

Gita mengatakan, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Awan Aswinabawa, juga telah beberapa kali menghubungi manajemen Silk Air agar menambah frekuensi penerbangan ke Lombok, karena operasional BIL semakin baik.

BPPD NTB pun gencar "merayu" manajemen Silk Air guna menambah frekuensi penerbangan, karena sejauh ini banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTB yang bekerja di Malaysia, dan setiap hari selalu ada yang pulang kampung dan kembali bekerja.

"Lebih baik lagi, kalau setiap hari ada rute penerbangan Silk Air ke Lombok. Saya kira dilihat dari minat penumpang cukup bagus. Liat saja maskapai penerbangan lainnya yang setiap malam mengangkut TKI asal NTB yang transit di Jakarta atau Surabaya," ujarnya.

BPPD NTB, tambah Gita, juga terus menjalin koordinasi dengan biro perjalanan wisata dari berbagai kota pariwista di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan kota lainnya di Pulau Jawa, untuk membantu mempromosikan potensi pariwisata NTB. (*)



Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar