Narapidana Kerobokan ikuti "outbond" pascarusuh
Sabtu, 25 Februari 2012 16:15 WIB | 1567 Views
Kerobokan, Bali (ANTARA News) - Sejumlah narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali, mengikuti kegiatan outbond pascakerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pelaksana Harian Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenhukam, Bambang Krisbanu, Sabtu mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyegarkan psikologis para napi.
"Acara ini dimaksudkan untuk recovery. kami anggap penting karena kejadian keramaian tentut berdampak pada psikologis, terutama bagi mereka yang tidak terlibat langsung, karena hanya sebagian kecil yang terlibat," ujarnya.
Menurutnya, dampak psikologis bagi para napi itu seperti ada perasaan curiga, rasa was-was sehingga dampak buruk itu perlu dihilangkan melalui kegiatan seperti outbon untuk menjalin kebersamaan dan penyegaran. "Sebagian ikut sebagian tidak," ujarnya.
Krisbanu mengatakan, situasi dalam lapas tersebut saat ini sudah cukup baik, hubungan para napi dan petugas juga membaik, sarana listrik, dapur, air sudah kembali normal. "Mungkin terpenting adalah pembenahan psikis dulu," katanya.
Berdasarkan perhitungan oleh pihaknya, dan lapas, sejak peristiwa kerusuhan itu, tidak ada narapidana yang melarikan diri. Katanya, jumlah awal napi di lapas tersebut yakni 1.016 orang, kemudian dikurangi pemindahan dan bebas. "Yang bebas ada tujuh orang, jadi sisa 925 orang," ujarnya.
Krisbanu melanjutkan, dengan adanya peristiwa kerusuhan tersebut diharapkan, petugas lapas di seluruh Indonesia dapat belajar bahwa pasti ada suatu sebab yang harus dideteksi lebih dini.
"Kalapas atau karutan harus mampu memprediksi, pasti ada gejala-gejalanya, sepanjang itu jeli. Kalau itu dibiarkan, maka beginilah jadinya. Kemungkinan keluhan mereka (napi) tidak terakomodir, sehingga kekecewaan pribadi bisa jadi kekecewaan kelompok," imbuhnya. (*)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com