Dua buruh memisahkan buah sawit yang akan diproduksi menjadi CPO (bahan dasar pembuatan minyak goreng) di pabrik minyak sawit PTPN XIII kebun Pleihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan, Rabu (22/6). Pabrik minyak sawit Pleihari dengan areal tanam 6510 hektar dan kapasitas produksi CPO 30 ton TBS/jam akan diresmikan Menteri BUMN pada 18 Juli mendatang. (ANTARA/Herry M Hermawan)

... Ngapain menjual ke Amerika, biar diboikot nda' ada urusan itu...
Berita Terkait
Sangatta, Kalimantan Timur (ANTARA News) - Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Isran Noor, menegaskan larangan minyak mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia masuk ke pasar Amerika Serikat tidak akan menghambat produksi CPO Indonesia.

Indonesia juga tidak perlu serius menanggapi penolakan Amerika Serikat atas produk minyak sawit mentah dari Indonesia, yang diberlakukan sejak 28 Januari 2012.

"Tidak urusan minyak mentah CPO Indonesia dengan Amerika Serikat, karena hanya sedikit sekali CPO Indonesia yang masuk pe kasar ekspor Amerika Serikat," kata Noor.

Pasar besar CPO Indonesia adalah ke China, Korea, India, Jepang dan negara Asia dan Asean, termasuk untuk kebutuhan dalam negeri sendiri.

Dikatakan Noor, berdasarkan data, ekspor minyak mentah Indonesia masuk pasar ke Amerika Serikat 2011 lalu hanya sebanyak 62.000 ton dan produknya dari total produksi indonesia sebesar 23,5 juta ton

Sedangkan untuk jumlah ekspor cpo mencapai 16,5 juta ton selama 2011 dengan total nilai sekitar 68,2 juta dolar Amerika Serikat.

"Ngapain menjual ke Amerika, biar diboikot nda' ada urusan itu," tegas Noor.

Sedangkan Kepala Humas PT Swakarsa Sinar Sentosa (Swakarsa Group), Alim Johar, mengatakan, larangan minyak mentah Indonesia masuk Amerika Serikat Januari 2012 tidak mempengaruhi proses produksi CPO mereka.

"Tidak pengaruh bagi Swakarsa Group, bahkan target kita produk akan terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan beberapa negara dan kebutuhan dalam negeri," katanya. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar