Belum ada pendukung pemasangan konverter di Surabaya
Sabtu, 25 Februari 2012 21:41 WIB | 2020 Views
Surabaya (ANTARA News) - "Pasar bahan bakar minyak (BBM) di Surabaya belum siap menggunakan konverter kit karena kota ini belum memiliki infrastruktur pendukung komoditas tersebut," kata Direktur Utama PT CM Engineering, Suherman.
"Hingga sekarang, kami sebagai pengimpor konverter kit belum mendapat pesanan dari Pertamina untuk membangun dispenser V-Gas," kata Suherman di Surabaya, Sabtu.
Menurut dia, tidak adanya infrastruktur pendukung seperti dispenser V-Gas di Kota Pahlawan itu terpengaruh besaran investasi guna merealisasikannya.
"Apalagi, untuk satu unit dispenser V-Gas tidak murah. Estimasi modal yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp10 miliar per unit," ujarnya.
Padahal, kata dia, selama ini pihaknya menyambut baik dan mendukung kebijakan pemerintah membatasi penggunaan BBM bersubsidi melalui opsi konversi BBM ke gas.
"Namun, sampai sekarang pemasaran kit konverter kami masih terbatas di Jakarta karena infrastruktur di Ibu Kota Indonesia itu lebih siap ketimbang daerah lain," katanya.
Untuk di Jakarta, lanjut dia, hingga kini pihaknya telah mengimpor 50 unit kit konverter dan tabung dari Italia dengan harga Rp10 juta per unit.
"Di sisi lain, kami yakin opsi pemerintah guna menerapkan konversi BBM ke BBG untuk kendaraan bermotor sudah tepat pada saat ini," katanya.
Hal tersebut, kata dia, dikarenakan besaran harga gas lebih stabil dibandingkan dengan harga minyak dunia yang cenderung fluktuatif.
"Kami optimistis, pemberlakuan program konversi dapat meningkatkan animo masyarakat menggunakan konverter kit meskipun kini kebutuhan pasar sulit diproyeksi," katanya.
Di samping itu, lanjut dia, sampai detik ini skema pembatasan BBM subsidi dari sejumlah opsi yang ada juga belum diputuskan pemerintah.
(KR-DYT/D007)Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com