Pacu Produksi Perikanan, Sharif resmikan Pabrik Pakan Ikan
Sabtu, 25 Februari 2012 23:15 WIB | 1231 Views
Adityawarman
Jakarta, 25/2 (ANTARA) - Untuk memaksimalkan pemanfaatan perikanan budidaya secara ekspansif, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng pihak swasta melakukan pengembangan pabrik pakan ikan dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Karawang, Jawa Barat sebagai upaya untuk mengatasi kebutuhan pakan ikan yang bermutu, mudah didapat serta harga terjangkau. Saat meresmikan pabrik pakan dan unit pengolahan ikan di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang hari ini (25/2), Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo menyatakan, pengembangan pabrik pakan ikan merupakan langkah pemerintah dalam menyangga mata rantai produksi perikanan budidaya. "Pengembangan pabrik pakan ikan merupakan salah satu strategi revitalisasi perikanan budidaya sehingga dapat menunjang program industrialisasi perikanan berbasis budidaya," ungkap Sharif.
Ia menambahkan, selain pengembangan pabrik pakan, keberadaan pengembangan unit pengolahan ikan ditujukan untuk penguatan sentra pengolahan sebagai bagian dari jaringan industri serta peningkatan utilitas dan kapasitas industri pengolahan. Dengan upaya-upaya ini maka produksi dan produktivitas perikanan budidaya harus meningkat secara ekspansif dan mampu berdaya saing, sehingga dapat mempercepat pencapaian peningkatan produksi dan industrialisasi perikanan untuk mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan. "Dengan industrialisasi maka nilai tambah, efisiensi dan skala produksi yang berdaya saing akan meningkat, sehingga implementasi kebijakan industrialisasi dapat menjadi penghela percepatan sistem produksi perikanan nasional yang berorientasi pada trend pasar global dan lokal," ujar Sharif.
Selain meresmikan pemanfaatan pabrik pakan dan UPI, Sharif di saat yang sama juga melakukan panen udang, ikan patin serta tebar benih udang dan pemberian bantuan bagi masyarakat kelautan dan perikanan di Karawang. Selain memberikan bantuan input produksi pengembangan perikanan berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan kepada tiga pembudidaya ikan, Sharif juga memberikan bantuan langsung berupa Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) perikanan tangkap kepada 213 Kelompok Usaha Bersama (KUB) senilai Rp. 2 miliar, Pemberdayaan Usaha Garam (PUGAR) senilai Rp. 1,36 miliar, pengembangan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) senilai Rp. 830 juta, dan sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) Nelayan sebanyak 200 bidang tanah. "Semoga upaya pemerintah hari ini dalam mengembangkan industri kelautan dan perikanan berbasis budidaya di Karawang, saya harapkan dapat menjadi pilar ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan sekaligus sebagai salah satu roda penggerak perekonomian daerah dan nasional," tutup Sharif.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP. 0811836967)
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com