Sanaa (ANTARA News) - Abdrabuh Mansur Hadi berikrar akan terus memerangi Al Qaida di Yaman ketika ia dilantik, Sabtu di Sanaa sebagai presiden baru yang pertama sejak tahun 1978 setelah setahun konflik dan pertumpahan darah.

Orang kuat Ali Abdullah Saleh, yang tiba kembali dari perawatan medis di Amerika Serikat beberapa jam sebelumnya, secara resmi akan menyerahkan kekuasaan dalam satu upacara di istana presiden, Senin.

Penyerahan kekuasaan itu merampungkan satu perjanjian peralihan kekuasaan, di mana Saleh setuju mengundurkan diri dengan imbalan bagi satu perjanjian imunitas dari tuntutan atas tewasnya ratusan orang dalam 10 bulan protes terhadap pemerintahnya.

Pemberontakan itu memecah belah pasukan keamanan, satu kelompok menguasai kota Sanaa dan kelompok lainnya menguasai kota Taez dan memicu kehilangan kendali pemerintah pusat yang para pendukung Al Qaida memanfaatkannya untuk merebut daerah-daerah luas di selatan dan timur.

Hadi berjanji dia tidak akan berhenti berperang untuk merebut kembali daerah-daerah yang dikuasai para gerilyawan, di satu negara yang merupakan sekutu penting dalam perang AS terhadap teror sebelum protes-protes yang diilhami pemberontakan Arab ( rab Spring) terhadap Saleh yang memicu Washington mulai menjaga jaraknya.

"Adalah tugas patriotik dan agama untuk terus memerangi Al Qaida," kata presiden baru itu.

Hadi berjanji akan memulihkan keamanan di seluruh negaranya yang miskin "tanpa itu pembangunan ekoomi tidak akan mungkin dilakukan."

"Jika kita tidak memulihkan keamanan, hasil yang akan diperoleh hanya kekacauan," katanya.

Pasukan keamanan tetap terbelah dua antara satuan-satuan yang setia kepada Saleh , yang putranya Ahmed tetapi menjadi komandan satuan elit Pengawal Republik, dan satuan-satuan yang yang berpihak pada gerakan protes dan memberikan perlindungan kepada para demonstran dalam protes mereka untuk menggulingkan orang kuat itu.

Setelah kelompok band memainkan lagu kebangsaan, Hadi dilantik dan berjanji akan "mempertahankan kesatuan, kemerdekaan dan keutuhan wilayah negara itu."

Tepuk tangan yang memekakkan telinga menggema di gedung parlemen ketika Hadi bangkit untuk upacara yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah itu.

Dalam pidato nasional setelah pelantikan itu, presiden baru itu mengatakan ia memiliki legitimasi politik untuk mengatasi tantangan-tantangan setelah memenangi pemilu Selasa di mana ia hanya satu-satunya calon.

Ia berikrar akan "memasuki satu halaman baru untuk membangun satu Yaman yang mempersatukan seluruh rakyatnya."

Hasil-hasil resmi yang disiarkan Jumat malam Hadi memperoleh 99,8 persen suara dari suara yang sah dalam pemilu yang diikuti 60 persen rakyat negara itu.

Saleh, yang dirawatdi Washington akibat luka-luka tembak yang dialaminya dalam satu seraan bom di istana presiden Juni tahun lalu,setibanya di Sanaa menyerukan rakyat Yaman memberikan dukungan kepada orang yang menggantikannya itu.

Ia mengemukakan kepada statiun televisi Al-Jazeera bahwa Hadi memerlukan dukungan mereka untuk "membangun kembali negara" menangani akibat krisis yang melanda negara itu sejak tahun lalu.

Berdasarkan perjanjian peralihan kekuasaan yang ditengahi negara-negara Teluk dan didukung PBB, Hadi akan menjadi presiden sementara selama dua tahun, setelah itu akan diselenggarakan pemilihan presiden dan parlemen .

Selama periode itu, Saleh akan tetap menjadi ketua partai Kongres Rakyat Umum , yang memiliki anggota terbanyak di parlemen, kata juru bicaranya, Wakil Menteri Informasi Abdo Janadi, Rabu.

(Uu.H-RN/H-AK)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar