Wapres tegaskan BOS perlu dimonitor
Selasa, 28 Februari 2012 11:15 WIB | 2258 Views
Wakil Presiden RI Boediono (FOTO ANTARA)
Berita Terkait
Depok (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono menegaskan pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) perlu dilakukan monitor terus-menerus.
"Jika masih ada sekolah yang masih membebani murid, maka ada yang salah," kata Boediono, ketika memberikan pengarahan dalam acara Rembug Nasional Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2012 di Depok, Selasa.
Menurut dia yang perlu diperhatikan dalam masalah BOS adalah apakah kebijakan tersebut bertambah, tetap, atau berkurang dalam membebani biaya sekolah.
Boediono mengatakan saat ini sedang diperbaiki sebanyak 172.000 ruang kelas yang akan selesai diperbaiki.
"Tujuan semua ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya.
Ia mengatakan kriteria sukses pembangunan pendidikan adalah bagaimana mampu menurunkan biaya, meningkatkan kualitas dan perluasan akses pendidikan.
"Beasiswa mempunyai tujuan untuk memperluas akses bagi yang tak mampu untuk mengenyam pendidikan," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan ada tiga dalil atau hukum kemajuan bangsa pertama kualitas sumber daya manusia bukan sumber daya alam.
Kedua adalah bangsa yang maju jika generasi pengganti lebih baik dari yang diganti. Ketiga adalah dukungan sumber daya manusia yaitu kesehatan dan pendidikan.
Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan pihaknya sudah menugaskan inspektorat melakukan "investigasi" masalah BOS ke sekolaha-sekolah untuk mengamankan Permendikbud 60/2011 apakah ditaati atau tidak.
Ia mengakui bahwa pungutan disekolah-sekolah banyak terjadi pada tahun ajaran baru yaitu bulan Maret, April dan Mei.
Menurut dia selama triwulan penyaluan BOS relatif baik.
(F006)
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com