Banda Aceh (ANTARA News) - Sebanyak 165 tukik (anak penyu) jenis lekang (Lepidochelys Imbricata) hasil penangkaran para aktivis peduli penyu jaringan Koalisi Advokasi Laut Aceh di lepas ke habitanya di Pantai Babah Dua Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar.

"Tukik yang kami lepasliarkan ini merupakan hasil penangkaran perdana, kami menangkar 209 butir telur penyu dan baru 165 yang menetas," kata Koordinator tim pemantauan penyu jaringan Koalisi Advokasi Laut Aceh (KUALA) Rahmad di Lampuuk Kabupaten Aceh Besar, Rabu.

Pelepasan anak penyu lekang atau abu-abu itu dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Aceh Besar Anwar Muhammad, Kepala Dinas Periakanan dan Kelautan Provinsi Aceh, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), tokoh masyarakat Lampuuk dan puluhan pelajar Sekolah Dasar.

Menurutnya, 209 butir itu ditangkarkan dalam tiga indukan (sarang), dua diantaranya jenis penyu lekang telah menetas hingga 95 persen semantara satu indukan lainnya merupakan jenis penyu belimbing (Dermochelys Coriacea) belum menetas.

Telur penyu yang ditangkarkan di kawasan Lampuuk itu berasal dari pasi Lange yang berhasil diselamatkan aktivis dari para pemburu.

Rahmat mengatakan pelepasan anak penyu tersebut untuk memperkuat jaringan kerja pelestarian penyu di Aceh yang pupolasinya terus menurun setiap tahun.

"Kami juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melestarikan penyu," katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Aceh Besar Anwar Muhammad mengatakan akan menjadikan kawasan wisata Lampuuk menjadi daerah konservasi penangkaran penyu.

"Penangkaran yang dilakukan jaringan KUALA harus terus dilakukan, pemerintah Aceh Besar juga mendukung pelestarian penyu serta menjadi icon wisata bahari Lampuuk," kata Anwar.

Ia juga mengimbau warga tidak lagi mengkonsumsi telur dan daging penyu.

"Jika ada yang mengetahui perburuan penyu tolong laporkan kepada tim jaringan KUALA agar dapat diselamatkan sehingga ekosistem laut tetap terjaga dan penyu terhindar dari kepunahan," katanya lagi.
(T.KR-IRW/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar