Senin, 1 September 2014

Pro-kontra rencana kenaikan harga BBM

Kamis, 1 Maret 2012 17:54 WIB | 4.231 Views
Pro-kontra rencana kenaikan harga BBM
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo) ()
Palembang (ANTARA News) - Rencana pemerintah pusat yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, mendapatkan tanggapan pro dan kontra warga Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Menurut seorang dosen IAIN Raden Fatah Palembang, Nurmala Dewi, Kamis, dirinya tidak setuju jika harga dinaikkan.

Menurut Dewi, harga belum seharusnya dinaikkan dalam tiga tahun ke depan, karena kondisi ekonomi yang belum stabil.

Selain itu, Dewi juga menilai bahwa kenaikan harga itu, akan mempengaruhi gaji pegawai negeri sipil (PNS).

"Percuma saja nanti gaji kami naik tetapi harga juga ikut naik, harga barang-barang kebutuhan akan menjadi lebih tinggi" kata dia.

Hal yang sama diungkapkan seorang pedagang di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang bahwa dirinya jelas tidak setuju jika naik, karena akan mempengaruhi harga kebutuhan pokok.

"Nanti bagaimana kami akan berjualan lagi, jika harga barang ikut naik," kata dia.

Hal berbeda diungkapkan Hadi yang juga dosen IAIN Raden Fatah Palembang, dirinya setuju jika pemerintah menaikkan harga.

"Asal pemerintah tidak membatasi jumlah. Pembeli tidak sampai antre lama hanya untuk membeli," kata dia.

Menurut dia kenaikan harga itu sudah semestinya dilakukan, tetapi hak rakyat juga untuk menikmati subsidi yang dikurangi jangan dilupakan.

Sebelumnya, kalangan pengamat di Sumsel mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam memutuskan kenaikan harga BBM saat ini, mengingat dampaknya yang bisa berpengaruh tidak saja secara ekonomi, tapi juga sosial, hankam dan politik.

Kenaikan harga BBM itu, dipastikan pula akan memicu protes dari kalangan masyarakat dan para mahasiswa serta aktivis di neger ini. 

(KR-SUS/B014)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga