Sabtu, 1 November 2014

Harga BBM naik picu inflasi, efek domino

| 5.275 Views
id bbm, kenaikan harga, efek domino
Harga BBM naik picu inflasi, efek domino
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) melayani warga yang melakukan isi ulang bahan bakar untuk kendaraan di Jakarta, Rabu (15/2). PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami kerugian menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi (PSO) sebesar Rp 0,5 triliun dan juga kerugian Rp 3,8 triliun menjual elpiji non subsidi pada 2011. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa) ()
Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menilai, naiknya harga bahan bakar minyak bersubsidi secara tidak langsung akan memicu inflasi karena harga bahan kebutuhan lain akan naik akibat tingginya biaya transportasi.

"Secara nasional akan terjadi inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi itu walaupun tidak terlalu besar," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri), Mangamputua Gultom, di Tanjungpinang, Kamis.

Gultom mengatakan, kenaikan inflasi tidak begitu besar, namun yang berdampak cukup besar adalah efek domino akibat kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi itu.

"Di Kepri kami prediksikan akan terjadi inflasi sebesar 0,96 persen akibat kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi, namun yang paling besar dampaknya adalah efek domino yang ditimbulkan," ujarnya.

Gultom menjelaskan, dampak yang cukup besar di Kepri adalah akan meningkatnya harga bahan kebutuhan pokok, seperti beras dan gula selain bahan makanan dan kebutuhan lainnya.

"Kepri bukanlah daerah penghasil bahan makanan, semuanya didatangkan dari daerah luar, sehingga biaya transportasi yang mahal akan menyebabkan naiknya harga kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Dampak dari kenaikan bahan bakar minyak yang direncanakan pada April mendatang, menurut Gultom, akan mulai dirasakan pada bulan Maret.

"Karena pelaku ekonomi serta masyarakat biasanya akan melakukan penumpukan stok bahan kebutuhan, sehingga terjadi kelangkaan dan lonjakan harga," ujarnya.

Salah seorang warga Tanjungpinang, Jhoni, mengaku keberatan harga bahan bakar minyak akan dinaikkan, namun akan tetap berupaya menerima karena itu kebijakan pemerintah.

"Terus terang saya keberatan, tapi tetap harus menerima konsekwensinya karena itu maunya pemerintah," ujar Jhoni.

Warga lainnya, Ian mendukung kebijakan itu karena menganggap kenaikan bahan minyak sudah wajar untuk mengurangi subsidi minyak agar bisa dialihkan pada bidang lain.

"Saya pikir sudah wajarlah kenaikan itu untuk mengurangi subsidi, karena di negara lain juga sudah naik," ujar Ian. (HKY/A013)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga