RI-Austria jajaki kerjasama pengelolaan sampah
Jumat, 2 Maret 2012 08:01 WIB | 2112 Views
Dubes RI Wina, I Gusti Agung Wesaka Puja. (deplu.go.id)
Austria, sebagai negara dengan teknologi maju dan modern, adalah salah satu negara yang berhasil menangani masalah sampah dengan baik.
Berita Terkait
London (ANTARA News) - Dubes RI Wina, I Gusti Agung Wesaka Puja, menjajaki peluang kerjasama pengolahan sampah menjadi energi yang selama ini dilakukan di Austria.
"Austria, sebagai negara dengan teknologi maju dan modern, adalah salah satu negara yang berhasil menangani masalah sampah dengan baik," ujar Sekretaris III Pensosbud KBRI/PTRI Wina Miranda E. Mukhlis kepada ANTARA News London, Jumat.
Dubes RI Wina, I Gusti Agung Wesaka Puja, beserta tim dari KBRI Wina, melakukan pertemuan dan kunjungan ke Spitellau Fernwarme Wien (SFW), fasilitas pembakaran sampah dan pengolahan sampah menjadi energi yang berada di pusat kota Wina.
SFW merupakan salah satu fasilitas pengolahan sampah di bawah perusahaan Wien Energie (WE), perusahaan swasta yang bergerak di bidang penyediaan sumber daya energi untuk kebutuhan masyarakat kota Wina.
Penanganan dan pengelolaan sampah merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.
Dari tahun ke tahun, jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia mengalami peningkatan, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia.
Bila tidak mendapatkan perhatian dan penanganan dengan seksama, sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia dapat mendatangkan bahaya lebih lanjut, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan.
Melalui penerapan teknologi yang modern, bersih, ramah lingkungan, dan ekonomis, maka sampah di Austria dapat diolah menjadi alternatif penghasil sumber energi pemanas (district heating) dan listrik.
Perusahaan ini mendapatkan mandat dari pemerintah kota Wina dan didirikan tahun 1969, bertujuan untuk menjadi penyedia jasa energi pemanas dan melakukan pengolahan sampah dengan metode yang ramah lingkungan dan berdaya guna bagi komunitas setempat.
Dalam pelaksanaan aktifitasnya, sebanyak 200.000 ton sampah dari kota Wina dikumpulkan setiap tahunnya, yang kemudian dibakar serta diolah sebagai sumber energi pemanas bagi kota Wina.
Dari pengolahan tersebut, setiap tahunnya dihasilkan sebesar 470.000 MWh sumber energi pemanas dan 40.000 MWh listrik, yang digunakan untuk pemanas ruangan dan penyedia pasokan air panas bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat kota Wina.
Selain SFW terdapat pula dua fasilitas pengolahan sampah lainnya dibawah manajemen WE, yang juga menghasilkan energi untuk kebutuhan sehari-hari kota Wina, yakni Flotzersteig Fernwarme Wien yang mengolah 200.000 ton sampah kota Wina.
Selain Simmeringer Haide Fernwarme Wien yang mengolah 200.000 ton sampah dan 220.000 limbah lumpur kota Wina.
Masing-masing fasilitas tersebut menyediakan sumber energi pemanas hingga sebesar 430.000 MWh dan 470.000 MWh serta 55.000 MWh listrik bagi kota Wina.
Energi yang dihasilkan tersebut telah menyumbang sekitar 30 persen kebutuhan sumber energi pemanas kota Wina, atau sekitar 300.000 konsumen rumah tangga dan lebih dari 6.000 konsumen perusahaan yang berada di Wina. Perusahaan Wien Energie sendiri hingga saat ini mempekerjakan sebanyak 1.200 karyawan, yang tersebar di 3 lokasi fasilitas pembakaran sampah.
Fasilitas pembakaran sampah Spitellau ini juga memiliki keunikan tersendiri, dan memiliki daya tarik turisme tersendiri bagi kota Wina, karena bentuk bangunannya yang unik dan dihiasi lukisan hasil karya Friedensreich Hundertwasser, yang merupakan salah seorang pelukis kenamaan Austria.
Keunikan ini berhasilkan menggambarkan perpaduan antara kecanggihan teknologi modern dan keindahan dunia seni.
Pemerintah Indonesia kiranya dapat melihat peluang kerjasama ini secara seksama untuk pengembangan kerjasama di sektor pengelolaan sampah dan penyediaan sumber energi baru dan terbarukan.
Pengolahan sampah dengan memadai dapat menjawab berbagai masalah dan tantangan terutama dalam hal perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. Selain itu dengan pemanfaatan teknologi pengeloalan sampah secara modern ini, Pemerintah Indonesia juga berpeluang untuk menjawab tantangan di bidang penyediaan sumber energi baru dan terbarukan serta mendukung target pemerintah di bidang energi sesuai dengan Kebiijakan Energi Nasional.
(ZG)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com