Padang (ANTARA News) - Tiga pakar dari disiplin ilmu yang berbeda tampil sebagai pembicara pada Bedah Buku Otobiografi Irman Gusman yang digelar Jumat malam di Hotel Basko Padang.

Tiga pakar tersebut yaitu guru besar ilmu Sejarah Universitas Negeri Padang Prof Mestika Zed, Guru Besar Tata Negara Universitas Andalas (Unand) Padang Prof Saldi Isra dan Sosiolog Dr Mochtar Naim.

Bedah buku yang dipandu oleh Basril Djabar sebagai moderator pada kesempatan pertama menampilkan pemaparan dari Mochtar Naim yang membawakan makalah berjudul Dari Irman Gusman ke DPD RI.

Dalam paparannya, Mochtar menyatakan dari sedikit generasi muda yang menonjol pasca orde baru Irman termasuk sosok yang melejit dengan terpilihnya sebagai Wakil Ketua MPR-RI 1999 diusia masih berkepala tiga.

Sulit dibayangkan jika Irman tidak ada siapa yang akan membawa nama Sumatera Barat ke forum nasional khususnya pada bidang Legislatif di MPR dan DPD RI, kata dia.

Ia berharap kedepan sebagai pemimpin muda yang potensial jika mendapatkan amanah pada jenjang yang lebih tinggi agar memberi peluang ekonomi secara luas kepada masyarakat sebagaimana kebijakan yang berlaku di Malaysia, Jepang, Korea dan China.

Sementara, Mestika Zed menilai buku yang berjudul Irman Gusman Jiwa Yang merajut Nusantara lebih tepat disebut sebagai memoar yang menceritakan perjalanan hidup politisi muda Minangkabau itu.

Sebagai tokoh muda karir Irman cukup bersinar dengan kemampuan yang dimilikinya, kata dia.

Namun, ia mengharapkan agar sosok Irman dapat dijadikan inspirasi bagi publik untuk mencetak orang-orang baru yang kemampuannya minimal setara.

Kemudian, Saldi Isra lebih banyak mengulas beberapa kekurangan yang ada pada buku itu.

Menurutnya, ada beberapa bagian penting yang seharusnya ditulis lebih detil seperti proses pencalonan Irman sebagai anggota MPR dari Fraksi TNI/Polri pada 1999 dimana yang bersangkutan bukan anggota aktif.

Selain itu, sebaiknya dalam buku tersebut juga dipaparkan bagaimana perjuaagan Irman di DPD agar lembaga tersebut tidak hanya sekadar ada namun perannya sangat minim, kata dia.

Saldi juga berpesan agar dalam masa jabatan yang masih tersisa Irman menyiapkan konsep untuk memperkuat fungsi DPD agar lembaga tersebut menjadi lebih kuat perannya.

Dalam acara bedah buku tersebut juga menguat dorongan agar Irman mempersiapkan diri untuk maju sebagai Calon Presiden 2014 mengingat peluangnya terbuka luas.

Buku Otobiografi Irman Gusman ditulis langsung oleh yang bersangkutan dengan Hasril Chaniago sebagai editor terdiri dari 515 halaman di terbitkan Ghalia Indonesia Publishing.

Buku tersebut berkisah pengalaman hidup Irman sejak lahir hingga menjabat sebagai ketua DPD RI yang merupakan lembaga tinggi negara.

Turut hadir pada acara itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Sekjen DPD RI Siti Nurbaya, Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Rektor Unand Werry Darta Taifur, akademisi, budayawan, perwakilan organisasi masyarakat dan undangan. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar