Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan bantuan kegiatan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) sebesar Rp604 miliar pada tahun 2012 untuk memperluas jangkauan kelompok penerima bantuan tersebut.

"Dalam upaya pengentasan kemiskinan di sektor kelautan dan perikanan, KKP pada tahun 2012 akan melanjutkan kegiatan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) bahkan dengan alokasi anggaran yang lebih besar dan lebih memperluas jangkauan kelompok penerima," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo.

Kegiatan PUMP tersebut, ujar Sharif, bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi, menumbuhkan wirausaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan di pedesaan.

Pada tahun 2012 ini, lanjutnya, KKP menargetkan sekitar 7.300 kelompok akan menerima bantuan PUMP perikanan pada masyarakat dengan alokasi sebesar Rp 604 miliar.

Sedangkan progam PUMP perikanan budidaya pada tahun 2011, menurut dia, telah mencapai target yang ditentukan yaitu sebanyak 101,89 persen atau 6,97 juta ton dari target sebesar 6,84 juta ton yang telah menggapai 2 ribu kelompok penerima bantuan di 33 provinsi dan 300 kabupaten seluruh Indonesia.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara terintegrasi antara kegiatan KKP dengan kegiatan kementerian/lembaga lain di bawah payung program PNPM Mandiri.

Berdasarkan data dari KKP, sektor perikanan budidaya pada capaian pada 2011 telah memberikan kontribusi sebesar 56,33 persen dari total produksi perikanan nasional, dengan capaian produksi budidaya mencapai 101,89 persen atau 6,97 juta ton dari target sebesar 6,84 juta ton.

"Selain program diatas, pembinaan dan pendampingan terus dilakukan, diantaranya untuk penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) atau `Good Aquaculture Practises` (GAP) guna menjamin keberlanjutan usaha perikanan serta memenuhi jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan sebagaimana yang dipersyaratkan oleh pasar global," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengutarakan harapannya agar produksi di sektor perikanan budidaya bisa dilipatgandakan mengingat potensi perikanan di Indonesia mencapai lebih dari 15 juta hektar yang terdiri dari potensi tambak seluas 2,9 juta hektar dan potensi budidaya laut 12,5 juta hektar.

Saat ini, kata Sharif, potensi untuk tambak baru hanya terealisir sebesar 682 ribu hektar, sedangkan realisasi budidaya laut hanya 117 ribu hektar.
(M040)