Kamis, 2 Oktober 2014

Dampak inflasi kenaikan BBM sekitar 2 bulan

Kamis, 8 Maret 2012 15:07 WIB | 5.436 Views
Dampak inflasi kenaikan BBM sekitar 2 bulan
Ryan Kiryanto (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat ekonomi Ryan Kiryanto memperkirakan dampak inflasi dari kenaikan harga BBM pada 1 April mendatang hanya bersifat sementara dan akan terasa paling lama dua bulan dari saat kenaikan BBM.

"Dampaknya temporer sekitar 1 - 2 bulan sejak harga BBM baru dan TDL (tarif dasar listrik) baru. Ini masa terkejut di tengah masyarakat. Setelah itu masyarakat akan terbiasa kembali dengan taraf hidup yang lebih mahal atau tinggi karena semuanya akan bergerak naik sebagai penyesuaian," kata Ryan di Jakarta, Kamis.

Ryan juga berpendapat keputusan BI untuk mempertahankan BI rate sebesar 5,75 persen merupakan keputusan yang tepat karena ekspektasi inflasi di bulan-bulan mendatang bakal meroket pascakenaikan harga BBM bersubsidi ditambah kenaikan TDL 10 persen.

"Di semester kedua ada kemungkinan BI rate naik karena inflasi hampir pasti naik signifikan karena kombinasi dampak kenaikan BBM dan TDL secara bersamaan," katanya.

Menurutnya, kalau BI dan Pemerintah gagal mencegah dampak negatif kenaikan harga BBM dan TDL, maka inflasi akan naik secara dramatis pada range 5,5 persen - 6,5 persen.

"Kalau bisa sukses dikendalikan, maka BI rate bisa ditahan di 6 persen hingga akhir tahun ini," katanya.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memperkirakan dampak rencana kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM pada 1 April mendatang bersifat temporer atau "one-time shock" dan inflasi akan kembali menurun sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah mengatakan menghadapi rencana Pemerintah itu, Bank Indonesia akan mengambil langkah kebijakan yang diperlukan untuk mengantisipasi dampak inflasi jangka pendek tersebut melalui penguatan operasi moneter untuk mengendalikan ekses likuiditas jangka pendek, dengan tetap menjaga konsistensi kebijakan suku bunga dengan prakiraan makroekonomi ke depan.
(D012)


Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga