Kamis, 28 Agustus 2014

Kemlu informasikan peluang kerjasama dengan Amerika Utara

Senin, 12 Maret 2012 16:51 WIB | 2.290 Views
Bengkulu (ANTARA News) - Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri melakukan diseminasi peluang kerjasama ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata yang dapat ditawarkan ke negara-negara kawasan Amerika Utara dan Tengah.

"Peluang investasi, perdagangan dan pariwisata masih terbuka lebar dan setiap perwakilan atau kedutaan Indonesia yang ada di negara-negara ini siap membantu," kata Direktur Amerika Utara dan Tengah Bunyan Saptomo di Bengkulu, Senin.

Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu tersebut lebih khusus menjajaki peluang kerjasama ekonomi, investasi, perdagangan dan pariwisata dengan negara Amerika Serikat, Kanada, Meksiko dan Panama.

Negara Amerika Serikat kata dia dengan jumlah penduduk 313 juta, bagi Indonesia selama ini menjadi mitra kerja sama di bidang pertahanan. Negara ini juga menjadi salah negara donor terbesar.

"Amerika Serikat juga merupakan salah satu pasar terbesar bagi Indonesia dengan nilai perdagangan pada 2010 sebesar 23,66 miliar dolar AS dan pada 2011 meningkat menjadi 27,27 miliar dolar AS."

Peluang yang harus dimanfaatkan kata dia yakni adanya fasilitas Generalized System Preferences (GSP) atau bebas bea bagi 2.144 produk asal Indonesia.

Sebagian besar hasil industri dan bahan baku, perhiasan, kulit hewan, sebagian besar karpet, produk pertanian tertentu, bahan kimia, marmer, dan bahan tambang serta produk dari plastik dan karet.

Sedangkan produk yang tidak masuk dalam persyaratan GSP antara lain sebagian besar produk tekstil dan pakaian jadi, sebagaian besar jam tangan, sebagian besar sepatu, tas dan koper, kain sprei untuk dapur dan tempat tidur non-sutra.

Ekspor Indonesia ke Amerika antara lain karet, crude palm oil (CPO), mesin elektrik, pakaian rajutan, stelan untuk wanita, blus untuk wanita, setelan untuk prian, mebel dan selimut. Sedangkan produk impor yakni pesawat terbang, kedelai, kapas, gandum dan susu, serta alat-alat permesinan.

Sementara negara Kanada merupakan salah satu investor besar dengan nilai investasi pada triwulan pertama 2010 sebesar 2 juta Dolar AS. yang juga menjadi sumber ilmu pengetahuan dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

Ekspor Indonesia ke negara Kanada didominasi industri manufaktur, kerajinan kulit, kosmetik, produk kecantikan, kerajinan, dekorasi rumah, batu bara dan produk-produk karet.

Negara Meksiko merupakan pasar nontradisional yang potensial bagi Indonesia yang merupakan gerbang masuk negara anggota NAFTA dan FTA lainnya.

"Namun, ada kendala jarak yang cukup jauh atau "psychological barrier", padahal sangat berpeluang dengan adanya 12 FTA dengan 40 negara," katanya.

Tetapi, minat kalangan bisnis Meksiko untuk berkunjung dan melakukan kontak bisnis Indonesia masih rendah dan saat ini Indonesia merupakan negara ke-29 asal impor Meksiko.

Ekspor ke negara tersebut antara lain karet, barang elektronik untuk keperluan rumah tangga, minyak olahan dan furniture, sedangkan impor antara lain kapas, besi baja, bahan kimia, gelas, dan makanan olahan.

Kondisi yang hampir sama juga terjadi dengan Panama dimana kondisi jarak "psychological barrier" membuat kerjasama yang terjalin selama ini belum optimal. Padahal Panama merupakan zona perdagangan bebas sebagai pintu perdagangan internasional ke kawasan Amerika Latin.

"Kami berharap peluang ini dapat dijajaki oleh pemerintah dan pengusaha di Bengkulu yang ingin menjalin kerjasama ekonomi, investasi, pariwisata dengan negara-negara tersebut," katanya.

Wakil Ketua Kadin Provinsi Bengkulu Marwan Ramis mengatakan peluang kerjasama tersebut sangat positif bagi pengusaha dan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti sesuai peran masing-masing.

"Kami sering kewalahan mendapatkan data tentang potensi sumber daya yang kita miliki untuk ditawarkan ke luar, seperti potensi perikanan, perkebunan dan pertanian," katanya.

Selain itu, potensi Bengkulu yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama antara lain produk pertanian terutama sawit, dan produk olahan perikanan.


Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga