Rabu, 17 September 2014

KBRI Berlin gelar sosialissi beasiswa debt swap

Rabu, 14 Maret 2012 01:46 WIB | 3.932 Views
London (ANTARA News) - KBRI Berlin mengelar acara ekspose dan sosialisasi Program Beasiswa Debt Swap untuk pertama kalinya sejak Program Beasiswa Debt Swap, yang merupakan kesepakatan antara Pemerintah RI dan Pemerintah Jerman disepakati akhir tahun 2011 lalu kepada perwakilan-perwakilan perguruan tinggi di Jerman.

Sebanyak 19 orang perwakilan perguruan tinggi dan seorang dari German Academic Exchange Service (DAAD) telah hadir dalam acara tersebut, ujar Atase Pendidikan KBRI Berlin, Yul Y. Nazaruddin kepada ANTARA London, Rabu.

Dalam kesempatan itu KBRI Berlin telah mengundang perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menjelaskan secara rinci mengenai program beasiswa dimaksud kepada wakil-wakil perguruan tinggi di Jerman.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pendidikan Tinggi, Kemdikbud, Prof. Dr. Supriadi Rustad, sebagai nara sumber dalam rangka acara tersebut memberikan presentasi mengenai Indonesian German Scholarship Program (IGSP), yang merupakan bagian dari kesepakatan pengalihan hutang (Debt Swap) antara ke dua negara.

Acara yang dimoderatori Atase Pendidikan KBRI Berlin, Dr. Yul Y. Nazaruddin, dibuka secara resmi oleh Dubes RI Berlin, Dr. Eddy Pratomo yang dalam sambutannya, di Berlin menyampaikan apresiasinya kepada para perwakilan universitas yang telah hadir dalam acara tersebut dan menyatakan bahwa kerjasama pendidikan adalah salah satu program kerjasama bilateral yang paling menonjol antara Indonesia dan Jerman.

Selain itu Dubes juga menyebutkan kerjasama ini merupakan salah satu butir dari lima butir kesepakatan kerjasama yang dibahas antara Presiden Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dengan mantan Presiden Jerman, Dr. Christian Wullf, pada saat kunjungannya ke Indonesia bulan November 2011 yang lalu.

Dikatakan program kerjasama pendidikan dalam bentuk pengiriman mahasiswa dari Indonesia ke Jerman untuk studi program Doktor merupakan salah satu bentuk kerjasama yang paling spektakuler khususnya dalam menyambut ulang tahun ke 60 hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman pada tahun 2012 ini.

Dalam acara ekspose tersebut, Prof. Dr. Supriadi menjelaskan bahwa IGSP adalah program beasiswa yang akan diberikan kepada dosen atau calon dosen perguruan tinggi (negeri maupun swasta) di Indonesia untuk melanjutkan studinya pada tingkat doktor di Jerman.

Dengan adanya program IGSP, Kemdikbud mengharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM pada pendidikan tinggi di Indonesia dan juga meningkatkan kerjasama pendidikan antar ke dua negara, ujarnya.

Prof. Dr. Supriadi juga menjelaskan secara rinci skema dan mekanisme dari IGSP, beberapa persyaratan, aplikasi dan proses seleksi yang akan dilakukan. Salah satu hal penting yang juga disampaikan adalah DIKTI telah bekerjasama dengan DAAD untuk penanganan calon-calon mahasiswa yang akan berangkat ke Jerman serta saat mereka studi di Jerman nanti.

Selain itu, Prof. Dr. Supriadi juga menyampaikan berbagai informasi tentang program-program beasiswa yang dikelola oleh Ditjen DIKTI saat ini dan juga peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh universitas-universitas di Indonesia dan Jerman, khususnya dalam mobilitas staf pengajar.

Perwakilan-perwakilan perguruan tinggi di Jerman tersebut, yang terdiri dari wakil rektor, ketua International Office, LO kerjasama dengan Indonesia, profesor senior, perwakilan dari TU9,terlihat sangat tertarik dengan program beasiswa yang ditawarkan pemerintah Indonesia tersebut dan akan menyampaikan informasi-informasi yang telah diperoleh kepada civitas akademika di universitasnya untuk ditindaklanjuti.

Berbaga pertanyaan juga diajukan oleh mereka dengan antusias, mulai dari yang bersifat akademis dan umum, hingga pada penyampaian saran yang berkenaan dengan bidang studi yang ditawarkan, pembiayaan riset, maupun juga mekanisme sistem perekrutan yang akan menggandeng pihak DAAD. (ZG)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga