Sabtu, 1 November 2014

Banjir bandang di Lombok Timur, ratusan warga mengungsi

| 3.355 Views
id lombok timur, kecamatan sambelia, banjir bandang, warga mengungsi
Banjir bandang di Lombok Timur, ratusan warga mengungsi
Ilustrasi banjir bandang (FOTO ANTARA/Rahmad)
Mataram (ANTARA News) - Lebih dari 600 orang warga Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, masih mengungsi pascabanjir bandang yang menerjang kecamatan itu, Selasa (13/3) sore dan malam.

"Sejak kemarin sore ada sekitar 700 orang yang mengungsi karena banjir. Malamnya sekitar 200 orang yang dievakuasi karena banjir bandang itu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Husnuddin Achsyid.

Husnuddin bersama timnya tengah menuju lokasi banjir bandang di Kokok Putih, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Banjir bandang itu terjadi akibat hujan deras yang mengakibatkan luapan air sungai putih (kokok putih). Sungai itu terletak di kaki Gunung Rinjani.

Ia mengatakan, sekitar 700 orang warga Sambelia yang mendiami sekitar daerah aliran sungai itu mengungsi ke kecamatan tetangga yakni Kecamatan Belanting, sejak Selasa (13/3) sore. Sebagian mengungsi ke kompleks Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Belanting.

Malamnya, banjir bandang kembali terjadi sehingga sekitar 200 orang warga dievakuasi ke daerah yang lebih aman.

"Tetapi hari ini sudah ada yang kembali ke rumahnya yang tidak rusak. Sebagian besar belum kembali," ujarnya.

Selain itu, dampak dari luapan air kokok putih itu satu unit jembatan yang terletak di kilometer 126 jalan dari arah Sembalun menuju Selong, Lombok Timur, putus akibat terjangan air.

Jembatan itu memisahkan wilayah Kecamatan Sembalun dengan Sambelia.

Husnuddin mengaku tengah berkoordinasi dengan BPBD Lombok Timur serta Dinas Sosial setempat guna mengupayakan bantuanm tanggap darurat.

Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam musiban banjir bandang dan jembatan putus itu.

Kecamatan Sambelia yang berjarak sekitar 130 kilometer dari Kota Mataram juga pernah dilanda banjir bandang pada 2006 yang disebabkan hujan lebat disertai angin kencang lebih dari 24 jam.

Waktu itu, banjir bandang disertai longsor yang menghantam Desa Belanting, Sambelia, Sandongan, dan Desa Koko Negelan, menyebabkan dua warga tewas, ratusan rumah rusak dan sekitar 2.261 warga terpaksa mengungsi.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga