Kamis, 23 Oktober 2014

Anggaran publik APBD Bali tekankan program unggulan

| 2.425 Views
id apbd, keuangan, anggaran
Program unggulan antara lain Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), bedah rumah bagi masyarakat miskin, pengembangan sistem pertanian terintegrasi (Simantri) maupun Bali bersih dan hijau (Bali Green Province).
Denpasar (ANTARA News) - Anggaran publik yang mendapat prioritas dalam APBD Bali 2012 menekankan pada program unggulan yang pro rakyat, sekaligus meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan.

"Program unggulan antara lain Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), bedah rumah bagi masyarakat miskin, pengembangan sistem pertanian terintegrasi (Simantri) maupun Bali bersih dan hijau (Bali Green Province)," kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, alokasi anggaran untuk belanja publik yang mencapai Rp2,87 triliun atau 79 persen dari total APBD Bali tahun 2012 sebesar Rp3,65 triliun juga diarahkan untuk menyukseskan program pendidikan dan Jaminan Kredit Bali Mandara.

Selain itu juga mendukung sistem keamanan berstandar internasional, sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat setempat maupun wisatawan dalam dan luar negeri yang berliburan di daerah ini.

Ketut Teneng menambahkan, sementara untuk program bedah rumah dalam anggaran induk tahun 2011 dialokasikan dana sebesar Rp 26 miliar untuk memperbaiki 1.000 unit rumah tak layak huni.

Jumlah tersebut ditambah pada anggaran perubahan sebanyak 825 unit rumah dan teraalisasi sebanyak 636 unit.

Pemprov Bali melanjutkan program bedah rumah dalam tahun 2012 dengan sasaran memperbaiki 1.550 unit rumah tak layak huni.

Lokasi perbaikan rumah tersebut tersebar di Kabupaten Karangasem 141 unit,

Klungkung 163 unit, Gianyar 152 unit, Bangli 94 unit, Buleleng 584 unit, Tabanan 126 unit, Jembrana 191 unit, Badung 79 unit dan Kota Denpasar 20 unit.

Selain itu juga dialokasikan untuk Desa Pakraman yang disalurkan dalam bentuk bantuan sosial (bansos), hibah dan bantuan keuangan kabupaten (BKK).

Khusus untuk BKK diarahkan bagi insentif Bendesa Pakraman, pada tahun 2010 sebesar Rp 158 miliar lebih, meningkat menjadi Rp 189 miiyar pada 2011 dan 2012 bertambah menjadi Rp 210,4 miliar, ujar Ketut Teneng.


Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga