Rabu, 17 September 2014

"Bunda Sri Madrim" ciptaan Prof Dr Hariyadi diproyeksikan ganti beras impor

Senin, 19 Maret 2012 08:42 WIB | 9.542 Views
Malang (ANTARA News) - Bibit unggul padi organik "Bunda Sri Madrim" (BSM) yang ditemukan Profesor Doktor Hariyadi dari Pusat Kajian dan Pengembangan Pertanian Organik Malang, Jawa Timur, diproyeksikan mampu menggantikan beras impor yang saat ini mulai menggerus beras lokal.

"Setelah kami lakukan serangkaian uji coba terhadap bibit unggul BSM ini dan sudah panen raya perdana, ternyata kualitasnya tidak kalah dengan beras yang diproduksi Thailand yang katanya kualitasnya bagus," kata Hariyadi di Malang, Senin.

Selain kualitasnya tidak kalah dengan beras Thailand, katanya, produktivitasnya juga cukup tinggi dan waktu simpannya juga lebih tahan lama ketimbang padi non-organik.

Panen raya perdana yang dihadiri oleh petinggi Partai Golkar Titik Soeharto di Jalan Panji Suroso Kepanjen, Kabupaten Malang itu mampu menghasilkan padi sekitar 15 ton per hektare atau sekitar tiga ton dari luasan lahan sekitar 2.000 meter persegi.

Ia mengemukakan, bibit padi BSM adalah padi lokal yang dimuliakan dengan cara perbaikan sifat-sifat genetiknya, bahkan hasil rekayasa genetik tersebut dinilai lebih baik daripada padi hibrida.

Menurut dia, selain lebih tahan lama penyimpanannya, beras organik BSM juga baik untuk kesehatan dan ramah untuk penderita berbagai penyakit seperti jantung, asam urat, prostat, dan darah tinggi maupun kencing manis.

Ia mengaku, penemuan bibit unggul padi organik BSM tersebut tidak lepas dari kerja kerasnya yang ingin mewujudkan kemandirian pangan di Tanah Air, sehingga Indonesia tidak lagi menggantungkan beras produksi luar negeri, bahkan bebas dari impor beras.

Upaya mewujudkan kemandirian pangan tersebut, Hariyadi juga menggandeng banyak pihak untuk mengenalkan BSM kepada masyarakat luas, tidak hanya di Malang, tapi di berbagai pelosok Tanah Air.

"Kami ingin BSM ini nantinya diproduksi secara massal, sehingga mampu menggantikan posisi beras impor yang sekarang ini membanjiri pasar Indonesia," katanya. (E009/M029)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga